Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Kemanakah Lagu Anak-anak?
Xaliber     - (Go to Fast Reply)
Topik yang kadarnya mungkin agak relatif santai... tapi bukan berarti postnya asal-asalan yak. smile.gif

---

Sekitar 10 tahun yang lalu, saya ingat sering terbawa melodi ceria dari lagu-lagu yang dibawakan oleh Trio Kwek Kwek, senandung "Bolo-bolo" dari penyanyi cilik Tina Toon, atau kereta-keretaan (?) yang lewat di depan rumah memutar rekaman lagu "Naik Delman"-nya Ibu Soed. Saya ingat lagu-lagu jenaka semacam itu bukan hal yang jarang didengar di sekitar.

Sekarang, 10 tahun berlalu. Agaknya sekarang saya jarang menemukan lagu seperti itu diputar di luar rumah; gantinya ST12 atau Mulan Jameela membahana. Artis-artis cilik pun sekarang kebanyakan meniru figur populer seperti Radja.

Kemanakah lagu-lagu jenaka yang dikenal sebagai lagu anak-anak itu? Kehilangan pangsa pasar kah? Selera anak yang mulai berubah? Atau apa?

Yuk diskusi. Member Gotei yang masih muda juga sangat ditunggu komennya. smile.gif
Espada     - (Go to Fast Reply)
petamax di thread mimin...

wah lagu anak-anak sad.gif
jadi inget masa kecil sad.gif

rasanya bahagia sekali tontonan fave cuman doraemon, sinchan, kamen rider, power rangers, batman sad.gif

iya bahkan joshua skrg udah ngubah dan buat versi gaul diobok-obok
mungkin dikarenakan lagu anak-anak sedikit jumlahnya dan penggemar lagu dewasa lebih banyak ya jadi otomatis anak-anak akan mendengar lagu yg paling banyak didengar atau mungkin yg paling srg didenger orangtuanya...


waktu itu aja diradio pernah saya dengar ada anak kecil rekues lagu "ular berbisa sad.gif"
good-shinigami     - (Go to Fast Reply)
iya jarang sekali saya mendengar lagu anak-anak dinyanyikan lagi oleh para penyanyi-penyanyi cilik dry.gif
karena penyanyi cilik ada juga kan yang tambah besar jadi lagu yang dinyanyikan pun berubah huh.gif
apalagi sekarang banyak penyanyi cilik yang nyanyiin lagu-lagu band, jadi sama anak-anak diikutin atau anak-anak kecil udah dengerin langsung lagu band truz jadi diikutin lagunya unsure.gif
shinjistandz     - (Go to Fast Reply)
Seingatku lagu anak-anak yang familiar terakhir kali aku denger itu yang Tikus makan BOM sabun. Nah perubahan besar-besaran musik di Indonesia terjadi pas 2006, ini hanya pengamatan ku. Entahlah, yang pasti prihatin ama sekarang, masa umur 3-10th dibumbui lagu percintaan, apa kata dunia ??

dan sayangnya macam arits2 cilik sekarang sudah beranjak dewasa dan mungkin belum kelihatan penerusnya,


Padahal aku sering loh dulu denger lagu anak2. kesukaanku ya yang joshua yang diobok2 itu :kocak:, inget waktu kecil ngobok2 bak mandi sambil nyanyi lagu itu. terus lagi Si Dinosaurus :kocak:, wah pokoknya masih banyak lagi.


prihatin sama indo di zaman sekarang.


nyimpang dikit, film juga, dulu banyak banget film untuk anak-anak, ya semacam begitulah buat hibur anak, sekarang coba ??? isinya sinetron2 gk mutu...-__________-


Zaman udah berubah kawan................T_T.


Indahnya masa anak2, pengen balik lagi...
2506193     - (Go to Fast Reply)
jelas karena jaman udah berubah >.o bayangin aje, sekarang anak kecil ajah sukanya lagu-lagu dewasa [lirik2 adek yang maksa ngasih lagu MCR koleksi =="] otomatis mereka yang nyanyi lagu anak kecil ya bakalan gak laku dong =A=

Dan TERKADANG lagu-lagu dewasa lebih bermakna [mengesampingkan lagu-lagu band yang... errrh... katakanlah, Graveyard Band *maksa*] dan merasa mendapat pelajaran dari sana mellow.gifa daripada dengerin lagu anak-anak yang notabene... euh, saya sih pribadi ngerasa lucu, tapi gak nemu maknanya

terlebih anak2 jaman sekarang udah ditempa begitu masuk usia dini untuk mempersiapkan diri lebih jauh karena jaman udah makin pesat aja =A= dulu perasaan masa-masa SMA paling indah, di saya--ini mah neraka mellow.gif [ngeliat ujian AS-Level yang harus diambil Juni nanti ditambah IGCSE orz]

sekian racauan dari saya :kocak:
gitablu     - (Go to Fast Reply)
Eits, di sini ada yg suka nonton space toon? di channel itu, lagu anak2 yg betul2 lagu anak2 msh ada dan sering diputar pada saat jeda pergantian acara. *yang biasanya nda saya dengarkan, ya jelaslah, bukan lagi masa saya* Jadinya, lagu anak2 bukannya menghilang, tp hanya...hmm, terasingkan dan terpinggirkan. Anak2 kini menggandrungi lagu yang sebetulnya bukan untuk mereka. Dari mulai penyanyi2 cilik, sampai pengamen2 cilik, nyanyiinya lagu2 lawas orang dewasa.

Saya pernah liad ada pengamen, dua orang gadis. Yang satu kayaknya abg nanggung, yang satu lagi msh bocah. Dengan fasihnya mereka nyanyiin lagu The Virgin "Tuhan, berikan aku hidup, satu kali lagi, hanya untuk bersamanya"

Gubrak. Apakah dua orang gadis itu paham arti lagu yg mereka bawakan? saya rasa tidak.

sayang sekali. banyak penyanyi anak2 *sampai pengamen anak2* yang tidak menyadari bahwa lagu yg mereka bawakan itu bukan untuk usia mereka. Mereka msh teralu hijau untuk paham artinya. Saya takutnya, terjadi generasi yang teralu cepat dewasa krn perkembangan jaman.

Apa krn lagu anak2 dinilai tidak menjual lagi? Yang lebih menjual ya lagu band2 orang dewasa. Sehingga anak2 sudah teralu sering mendengarkan lagu orang dewasa, sehingga mereka tidak tahu lagi harus menyanyikan lagu apa jika bukan lagu2 itu. Dulu, acara yang memutar lagu anak2 bertaburan di berbagai channel. Sekarang? Sama sekali tidak ada (kecuali di space toon)tergantikan oleh acara yang memutarkan lagu2 orang dewasa (atau lagu2 untuk ABG)

Penyanyi anak2 skrng juga banyak yg sudah beranjak dewasa. namun sayangnya, nda ada generasi penggantinya. Acara2 ajang cari bakat malah menelurkan penyanyi anak2 yg menyanyikan lagu2 bukan lagu anak2.
Xaliber     - (Go to Fast Reply)
...Space Toon?

Benar juga. Saya jadi ingat kata guru SMA saya dulu, SpaceToon itu satu dari sekian stasiun TV yang bisa benar-benar membawa hiburan buat anak-anak. Yaa, tadinya saya kira karena banyaknya jumlah anime dan kartun (bahkan yang jadul) disitu, tapi ternyata juga karena lagu anak-anak ya...

Yang saya agak bingung, sebenarnya yang mana yang duluan?

Begitu dominannya lagu-lagu pop mainstream yang mengakibatkan lagu anak-anak terpaksa bergeser dan akhirnya anak-anak pun jadi mendengarkan lagu mainstream,

atau

Anak-anak memang nggak mendengarkan lagu-lagu anak lagi, akhirnya lagu anak kehilangan pamornya dan digeser oleh lagu pop mainstream.

...dan saya juga penasaran apa ada hubungannya sama Reformasi. Pas zamannya Eyang Harto dulu memang banyak hal yang buruk, tapi di satu sisi ybs hobi melestarikan budaya juga. Termasuk salah satunya dengan penyeragaman. Apa jangan2 lagu anak dulu memang mendapat ruang khusus?
valupyne     - (Go to Fast Reply)
hu uh.. padahal aku seneng kalo lage dengerin lagu anak-anak.. yah, sebener nya seh karena aku ga terlalu apal lagu sekarang.. palingan juga, yang apal lagu nya project pop doang.. itu juga rada mirip lagu anak-anak karena kebanyakan lagu nya ceria dan fresh..

trus, waktu di pramuka-pramuka itu, juga sering kug nyanyiin lagu anak-anak.. apalage kalo lage penjelajahan gitu kan? tapi ga sesering yang ada di space toon itu seh..

kalo dpikir-pikir, aku juga sering nyanyiin lagu anak-anak kalo lage dihukum nyanyi gitu.. karena lagu nya yang singkat dan ga berat.. hehe. nyem~ :3
AP[e]     - (Go to Fast Reply)
Cobalah nonton stasiun tivi lokal yang abal-abal setiap sore. Masih banyak kok anak-anak yang menyanyikan lagu sesuai porsinya. Denger-denger sih anak-anak tersebut dipaksa para ibunya untuk merekam suaranya sendiri dan "tampil" di televisi. Oh wait, bukan denger-denger ding, tetangga gw setau gw juga gitu.

Gw malah nggak suka yang macam itu. Memang sih lagu yang dinyanyikan emang pas sesuai porsinya mereka, tapi suaranya nggak nahan bo' tongue.gif Jauh deh kalo dibandingkan sama Billy Gilman pada masanya gitu.

Dan sialnya, karena itu anak-anak nyanyiin lagu anak-anak demi menuruti ego nyokapnya yang pingin punya bahan berbangga-bangga ria saat arisan kalo anak mereka masuk tivi, kostumnya agak-agak kebanting sama umur dan lagu yang dibawakan.

Intinya, sekarang ini masih banyak kok pencipta lagu anak-anak dan juga anak-anak yang menyanyikan lagu anak-anak. Serius, masih banyak kok. Cuman nggak terlalu ke-blow-up aja karena itu produksi sendiri, susah masuk stasiun tv nasional yang keknya lebih mahal. Disamping itu, niatnya cuman buat pamer ke tetangga aja mellow.gif Duh jadi keingetan Maisy dan tante Hebringnya itu deh.
urukiora     - (Go to Fast Reply)
Ahahaha..........

-Trio Kwek Kwek
-Tina Toon
-etc......

Ah, iya banyak baget dulu yah, sampai sampai jadikan 1 Album. tapi, sekarang Anak-anak bahkan balita lebih menyukai lagu remaja. padahal dulu (perasaan saya) lebih banyak lagu anak daripada pop remaja (yah, kebanyakan lagu pop orang tua)

hahahaha
Rasputin     - (Go to Fast Reply)
QUOTE
Cobalah nonton stasiun tivi lokal yang abal-abal setiap sore. Masih banyak kok anak-anak yang menyanyikan lagu sesuai porsinya. Denger-denger sih anak-anak tersebut dipaksa para ibunya untuk merekam suaranya sendiri dan "tampil" di televisi. Oh wait, bukan denger-denger ding, tetangga gw setau gw juga gitu.


Bener.
Mereka paling banter muncul di TV lokal, dan dengan najisnya bernyanyi joged senam gembira dengan modal suara yang biasa aja, malah cenderung luar biasa malesinnya.
Yah, ibu mereka punya dompet beserta isinya sih. Isinya kartu berjejer2 pula.

QUOTE
Dan sialnya, karena itu anak-anak nyanyiin lagu anak-anak demi menuruti ego nyokapnya yang pingin punya bahan berbangga-bangga ria saat arisan kalo anak mereka masuk tivi, kostumnya agak-agak kebanting sama umur dan lagu yang dibawakan.


Kemarin hari saya lihat.
Seorang bocah, hitam. bernyanyi anak gembala, dengan rompi sapi, topi koboi dan celana gombrong, ditambah skill pembuatan dan pengeditan video sekelas kemampuan anak SMA yang baru blajar.
Yah, seenggaknya masih bisa dipake bahan persaingan lah, sama ibu2 tetangga.
Sayang dimasa depan cuma akan jadi bahan renungan anaknya sambil menangis tersedu-sedu.

"Kenapa mama, kenapa???"

QUOTE
Duh jadi keingetan Maisy dan tante Hebringnya itu deh.

Mamanya cilukbamuah yah??
Tapi maissy sekarang cantik loh, kalo gak salah satu kampus ama admin adip *disayat-sayat*

agak OOT, Sekedar share aja.

Kapan hari saya keluar makan di restoran, yang ada live musicnya, sekali2 lah, biar kerasa elegan.
Biasanya yang nyanyi orangnya antik/biasa tapi suaranya bagus. Yang maen musik juga meyakinkan.
Tapi sekarang kok ga biasa??
Yang nampak di panggung adalah segerombolan anak2, kurang lebih 8-7 anak, mengeroyok mik dengan rakusnya.
Oke percaya diri.
Sambil mengambil sayur kangkung, suara musik jalan. Dan apa yang terjadi??
Man, suara keyboard terdengar familiar.
Yang keluar adalah ular berbisa, ular berbisa. Dengan seorang anak gadis sebagai main vokalnya, dan teman2 lain nebeng mik satunya.

Sambil makan, saya becanda sama adek saya, kalo abis ini mereka bakalan nyanyi D'masiv.
Dan tahu apa??
Becandaan saya terwujud.

Jangan sampe deh saya becanda kalo ada gempa menghancurkan Jawa dan terwujud.
AP[e]     - (Go to Fast Reply)
QUOTE
Tapi maissy sekarang cantik loh, kalo gak salah satu kampus ama admin adip *disayat-sayat*


Setau gw dia di FK UI. Jauhlah dari admin biggrin.gif Nggak rela aja gitu secara Maisy sekarang juga udah kalem aww...

Wel ya, saya agak gak setuju kalo dibilang udah gak ada lagu anak-anak. Banyak sebenarnya, cuman kaliannya aja yang memang lebih suka nonton lagu cinta/remaja/sok kritis sosial. Jangan salahkan pengelola kebun binatang kalo lu nggak bisa nemuin lumba-lumba di kandang beruang.
Xaliber     - (Go to Fast Reply)
QUOTE (Rasputin)
"Kenapa mama, kenapa???"
LOL laugh.gif Kocak.gif

Dan saya kira Maissy di FISIP begitu Rasputin bilang begitu = =" FK toh. Saya cuma ke FK hari Sabtu. Swt.


Oke mungkin di stasiun TV tertentu masih ada. Yaa saya ngga bisa dibilang sering gonta-ganti stasiun TV sih, nonton juga cuma kalo TVnya nggak dipake main game/nonton film adik, jadi mungkin pengetahuan soal ini terbatas. :? Jadi mungkin kayak kata AP dan Rasputin.. ya?

Tapi kalo di sehari-hari gimana? Di luar stasiun TV itu.. ya kayak kata Rasputin soal anak kecil yang rebutan mik buat nyanyi lagu Ular Berbisa itu. = =a Di kompleks saya kuda2an (kereta2an? Namanya apa sih itu, yang suka keliling kompleks) juga udah jarang yang nyetel lagu anak2 kecil soalnya..
AP[e]     - (Go to Fast Reply)
QUOTE
Di kompleks saya kuda2an (kereta2an? Namanya apa sih itu, yang suka keliling kompleks) juga udah jarang yang nyetel lagu anak2 kecil soalnya..


Karena kasetnya mahal. Despite of the modernity, sebenarnya kaset sendiri juga udah mahal sih. Tapi kaset lagu anak-anak itu memang lebih mahal daripada lagu dangdut, serius. Makanya beberapa pengusaha mandiri seperti itu lebih memilih memutarkan kaset yang bukan anak-anak. Lagipula lagu anak-anak itu sangat beragam sekali dan tidak semuanya bisa dibeli sementara kaset yang agak dewasa itu bukannya sengaja dibeli buat usaha, tapi justru dimanfaatkan dari koleksi probadinya si abang. Itulah kenapa mereka nggak muterin lagu anak-anak. Secara bakal keliatan pedopil banget kan kalo abang-abang koleksi pribadinya kaset lagu anak-anak? cmiiw.
Xaliber     - (Go to Fast Reply)
Bagaimana dengan kaset yang lama? Apa ngga bisa dipakai lagi? :/

Hmm, jadi di antara dua pilihan yang tadi saya tanyakan di halaman belakang...
faktornya lebih karena dominannya lagu pop ya?
gitablu     - (Go to Fast Reply)
QUOTE
Oke mungkin di stasiun TV tertentu masih ada. Yaa saya ngga bisa dibilang sering gonta-ganti stasiun TV sih, nonton juga cuma kalo TVnya nggak dipake main game/nonton film adik, jadi mungkin pengetahuan soal ini terbatas. :? Jadi mungkin kayak kata AP dan Rasputin.. ya?

coba spacetoon, jendral. banyak itu lagu anak2nya. bahkan ada acara khusus untuk lagu anak2nya. (silahkan bernostalgila dengan masa anak2 anda :rofl: )

QUOTE
Tapi kalo di sehari-hari gimana? Di luar stasiun TV itu.. ya kayak kata Rasputin soal anak kecil yang rebutan mik buat nyanyi lagu Ular Berbisa itu. = =a Di kompleks saya kuda2an (kereta2an? Namanya apa sih itu, yang suka keliling kompleks) juga udah jarang yang nyetel lagu anak2 kecil soalnya..

andong2 itu namanya :rofl: Tapi untungnya di komplek saya masih menyetel lagu anak2. biasanya lagu anak2 yg umum seperti "balonku", atau "naik ke puncak gunung". Dengan kualitas suara yang sangat minim. (treblenya teralu full. dengerinnya bikin sakit kuping) Biasanya masih pake kaset, krn setau saya blum ada lagu anak2 dalam kemasan CD. *dan juga ga mungkin itu abang andong2 modal pake cd player*

QUOTE
Tapi maissy sekarang cantik loh, kalo gak salah satu kampus ama admin adip *disayat-sayat*

ah maisy. sudah tak terdengar namanya lagi. Ke manakah dia? Sherina saja sudah buat lagu lagi. saya rindu masa2 nonton cilukba*muah* :rofl:

QUOTE
Biasanya yang nyanyi orangnya antik/biasa tapi suaranya bagus. Yang maen musik juga meyakinkan.
Tapi sekarang kok ga biasa??
Yang nampak di panggung adalah segerombolan anak2, kurang lebih 8-7 anak, mengeroyok mik dengan rakusnya.
Oke percaya diri.
Sambil mengambil sayur kangkung, suara musik jalan. Dan apa yang terjadi??
Man, suara keyboard terdengar familiar.
Yang keluar adalah ular berbisa, ular berbisa. Dengan seorang anak gadis sebagai main vokalnya, dan teman2 lain nebeng mik satunya.

Sambil makan, saya becanda sama adek saya, kalo abis ini mereka bakalan nyanyi D'masiv.
Dan tahu apa??
Becandaan saya terwujud.

doh, ular berbisa dan masiv. saya bisa membayangkannya, 7-8 bocah2 kecil rebutan mic dan rebutan nyanyi.
Fast Reply:

 Enable Smilies |  Enable Signature
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.
Invision Power Board © 2001-2013 Invision Power Services, Inc.