Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Pendet Dance is from Indonesia
gitablu     - (Go to Fast Reply)
saya agak terkejut waktu nonton berita tadi sore. Wew. negara tetangga katanya (lagi2) mengklaim budaya negara ini. skrng yg kena klaim adalah tari pendet yg dari bali itu. Saya penasaran banged, lalu saya browsing. waktu saya ketik "pendet dance" di gugel, yang muncul langsung wikipedia dan menerangkan klo pendet itu dr indonesia.

well..masalah klasik, tp pertanyaannya, koq bisa kejadian lagi? Kabarnya, pendet dance dipakai dalam salah 1 iklan promo wisata negara tetangga. Apa pemerintah kita kecolongan lagi? Memang, kita juga harus stay cool, jangan cuma memaki2 aja yg mengklaim, tp juga harus melalui langkah2 yg beradat. Di twitter, ramai2 para orang indonesia menulis klo pendet itu dr indonesia. saya rasa cara itu lbh ampuh ketimbang trolling di forum2 ato bikin blog yg menghina tetangga. oh plis...mari gunakan cara yang beradab, tetap dengan kepala dingin, jangan kepancing emosi malah jadinya nanti suasana panas
Espada     - (Go to Fast Reply)
Gw dari bali dan jelas-jelas tari pendet milik indonesia

Tarian tradisional mau diaku-akuin. Itu ada beberapa fungsinya salah satunya adalah untuk memuja tuhan.

Jujur saya masih bingung kenapa Malaysia suka mengambil apapun milik Indonesia. Bahkan yang sudah disahkan oleh Internasional sekalipun...

Hahahahahaha...lucu
Ada yang mau klaim budaya dan seni Bali ?
Silahkan...! Silahkan...!
Irama dinamis gamelan Bali tidak akan bisa ditiru oleh siapapun manusia dimuka Bumi ini, kalau belajar satu Generasi saja boleh dan akan dijamin bisa, tetapi siapa nantinya yg akan melestarikan ?
Budaya dan Seni Bali, hanya bisa dilestarikan oleh Orang Bali saja, karena sudah mengakar dalam agama, kepercayaan dan kehidupan sehari-hari Manusia Bali.
Apa ngak malu nantinya setiap pertunjukan membawa stereo casete, Bisa menari tetapi tidak bisa menghayati makna dan tujuan gerakan tersebut.
Silahkan masuk agama hindu Bali dulu, baru bisa menghayati maksud dan tujuan suara gamelan dan tarian yang diperagakan.
Resiko akibat dari tarian yang salah akan mengancam nyawa Penari cepat atau lambat. Karena selain memuji kebesaran tuhan, gerakan tarian juga bisa memanggil roh jahat dan roh halus.
Kenapa penari Bali selalu aman menarikan semuanya?
Karena Orang Bali telah dibekali dengan "TAKSU"
Mau mengetahui apa itu "TAKSU"
Silahkan menjadi orang Bali kalau bisa! baru bisa klaim budaya Bali.
Xaliber     - (Go to Fast Reply)
Wah.. tenang, tenang. ^^;

Malaysia memang sering bentrok dengan Indo masalah klaim-klaiman ini ya. Padahal sebenernya masih serumpun; jalur pertukaran budaya-nya pun wajar saja jika terjadi, mengingat proses pertransferan budaya sudah terjadi sejak berabad-abad yang lalu. Jadi sebenenarnya nggak aneh kalo ada budaya yang mirip-mirip...

Btw, katanya klaim ini dimuat di iklan Visit Malaysia 2009.

Iklannya itu sendiri sudah ada yang pernah lihat belum? Soalnya kemarin saya coba googling tapi nggak nemu satu pun yang benar-benar menampilkan "klaim"nya Malaysia itu.

Saya belum mau komen sebelum ngelihat sendiri. Siapa tahu ini cuma pancingan media. Yah, namanya juga media massa. smile.gif Make people believe what they want to believe.
Espada     - (Go to Fast Reply)
Bukan cuman tari pendet tapi kuda lumping juga...
kalau enggak salah tadi ada di SCTV iklannya.

budaya serumpun itu tergantung juga loh....
lihat ada enggak kesamaan orang bali dengan orang malaysia????
kesamaan makanan tradisional???? Kesamaan nyanyian tradisional???
bahkan adat istiadat dan agama saja sangat berbeda....
Xaliber     - (Go to Fast Reply)
Hmm... menarik...
Soalnya perlu dicatat juga bahwa berita klaim2an yang sering diberitakan di media itu ternyata, di sisi lain, dikover oleh pemerintah Malaysia dengan mencantumkan 'credit' bahwa ini dari Indonesia.

Coba cek disini:
http://www.tourism.gov.my/en/about/culture_music.asp

Bali dan Melayu memang cukup berbeda sih.. cuma yang bikin saya bertanya-tanya... di bagian manakah pemerintah Malaysia secara tegas bilang bahwa 'Tari Pendet adalah milik Malaysia'? Jangan-jangan media massa cuma membesar2kan aja dengan bilang kalau itu diklaim (padahal cuma dimuat di iklan; asalkan nggak ada klaim eksplisit setahu saya secara de jure itu belum terhitung diklaim). :/
gitablu     - (Go to Fast Reply)
saya nonton di tivi, 'klaimnya' itu dengan memasukan tarian pendet dalam iklan wisata di negara tetangga itu, tp tidak mencantumkan kredit klo itu tarian dari indonesia, tepatnya bali. Well, iklan yang dimaksud itu jg blum saya temukan di youtube ato website lainnya.

saya uda cek websitenya, nda disebut2 soal pendet. jadi bingung juga, soalnya ada sebab pasti ada akibat. Kayaknya nda mungkin tiba2 media bilang tetangga klaim pendet secara mendadak tanpa ada penyulutnya. Yang kuda lumping, mereka memasukan 'credit' tarian itu dibawa oleh imigran dari Jawa. di web itu mereka bahkan memasukan lion dance ato akrab disebut barongsai di sini dalam web mereka.

saya jadi makin bingung


oh ya, tadi baru ketemu link ini

http://www.thejakartapost.com/news/2009/08...h-malaysia.html


di situ tertulis, katanya iklan yg memunculkan pendet dance itu ada di discovery channel.


tp iyah sih, jgn terpancing emosi dulu. Cuma, saya maklum sih kenapa langsung bisa ada reaksi keras dr indonesia. Pendet bukan cuma yang pertama yg "diklaim". Masalahnya cukup sensitif.
Xaliber     - (Go to Fast Reply)
Oh, bagus, memang perlu diklarifikasi dulu.. soalnya menurut saya ditampilin di iklan itu kan nggak serta-merta berarti mengklaim...

Media massa menggiring opini terlalu jauh.. sad.gif isunya sensitif soale. Kalau media massa bisa lebih obyektif kan bisa dibilang cuma dimuat di iklan aja. Penafsiran ya kembali ke individu masing-masing. Padahal pas awal-awal MetroTV bilangnya nggak pakai istilah 'klaim', entah kenapa ikut-ikutan berubah jadi pakai istilah itu.
Houmei     - (Go to Fast Reply)
barusan liat TV

kira" mereka bilang begini :

Indonesia uda ngajuin surat protes ke kedubes malaysia dan nelpon langsung ksana, tapi kedubes malaysia bilang kalo itu iklan isinya bukan buatan malay(ah biarin ah gag gw gedein huruf depannya), isi iklan itu semua dibuat sana prod. house yaitu PH KRU dan itu iklan bwt ditayangin di acara discovery channel. Sedangkan saat pihak PH dikontak mereka bilang kalo itu sekalian promosi wisata Indonesia karena Indonesia sm malaysia itu deket dry.gif, wah asyik ni promosi gratis *ditendang* dan saat pihak kedubes ditanya apakah Iklan itu dibiayai sama pem. malaysia mereka gag mau jawab.. weird eh?

menurut gw si pastinya pem malay tau soal iklan itu dan isinya, gw ngrasa semua yang diomongin cuma alibi doank unsure.gif
Espada     - (Go to Fast Reply)
Iya sih itu kyknya alibi si malay

Juga ngapaen ngeiklan negara mereka pakai budaya orang luar????
seperti yg saya post di post pertamax saya. cepat atau lambat akan mengancam nyawa penari.

Berarti besok2 boleh ya kita iklan pakai budaya luar???misalnya pakai gaya rambut napoleon terus kita pakai tema texas tambah ada orang indian tapi iklannya Negara Indonesia
Houmei     - (Go to Fast Reply)
QUOTE (Espada @ August 24, 2009 06:24 pm)
Berarti besok2 boleh ya kita iklan pakai budaya luar???misalnya pakai gaya rambut napoleon terus kita pakai tema texas tambah ada orang indian tapi iklannya Negara Indonesia

wkkkwkwkw~ Kocak.gif

aih gag cocok bgt, IMO si xo ngiklanin pariwisata ya yg di iklan itu obyek atau kesenian yang ada di negara masing"~, masa misalna ni ngiklanin Indonesia tapi di iklannya ada suku Aborigin, atau domba" di New Zealand, sama" dekat kan =D

atau mungkin lebih deket lagi d contohnya ngiklanin wisata Jawa Tengah tapi ada tari jaipong nyelip, sama aja aneh kan ....

wink.gif
Espada     - (Go to Fast Reply)
Mungkin itu negara emang ga punya budaya kali ya....

tadi di metro tv ada ditanya warga malaysia pendapatnya eh katanya malah tidak apa-apa karena budaya indonesia mirip dengan budaya malaysia...mad.gif

eh enak aja emang tari pendet ada mirip dengan tarian malaysia yang mana? jelas-jelas jarak bali ama malaysia itu jauh banget...

kultur budaya hampir 100% berbeda...tuh warga sok tau banged mungkin belom pernah makan kemenyan ya mad.gif
gitablu     - (Go to Fast Reply)
Jujur, saya msh penasaran ama iklan yg jadi sumber masalah ini.

QUOTE
Chinese Lion Dance
Usually performed during the Chinese New Year festival, Lion Dance is energetic and entertaining. According to the legend, in ancient times, the lion was the only animal that could ward off a mythological creature known as Nian that terrorised China and devoured people on the eve of the New Year. Usually requiring perfect co-ordination, elegance and nerves of steel, the dance is almost always performed to the beat of the tagu, the Chinese drum, and the clanging of cymbals.


Well..apa mungkin sudut pandangnya seperti ini : dalam website pariwisata tetangga, ada juga lion dance. dan semua orang juga tau klo lion dance itu aslinya dr china, tp kenapa masuk ke website negara tetangga? Apa itu masuk klaim? Seharusnya china goverment mengirimkan nota protes ya. Apa krn banyak warga negara itu yg keturunan china, lalu membawa budaya mereka masuk negara itu, sehingga terjadi akulturasi?


Lalu soal kuda kepang ato kuda lumping, di webnya di tulis seperti ini :

QUOTE
Kuda Kepang
Kuda Kepang is a traditional dance brought to the state of Johor by Javanese immigrants. Dramatising the tales of victorious Islamic holy wars, dancers sit astride mock horses moving to the hypnotic beats of a percussion ensemble usually consisting of drums, gongs and angklungs.

mereka menulis kuda kepang adalah tarian tradisional yg dibawa oleh imigran dr jawa, berarti bukan asli dr negara/budaya mereka.

lalu di paragraf atas tertulis seperti ini :

QUOTE
AN EXOTIC ENSEMBLE OF ENCHANTING EXPERIENCES

Malaysia's multi-cultural and multi-racial heritage is most prominently exhibited in its diverse music and dance forms. The dances of the indigenous Malay, Orang Asli and different ethnic peoples of Sabah and Sarawak are truly exotic and enchanting. As the Chinese, Indians and Portuguese settled in Malaysia, the traditional dances of their homelands became a part of Malaysia's culture and heritage.



Kayaknya ada perbedaan pandangan dari 2 negara ini. yang satu mengatakan : mereka tidak mengklaim, melainkan alasannya seperti yg saya tulis di atas. Sedangkan yang satu mengatakan : itu sudah diklaim.


saya sih mencoba netral dulu. Iya, saya jg ga terima klo ada budaya negara indonesia kita tercinta ini dicolong ama pihak2 tertentu, tp kita jg mesti tetap stay cool dan jgn terpancing emosi, sambil mencoba mencari apa sih yg sebetulnya terjadi? Apa mungkin yg terjadi adalah kesalahpahaman ato salah informasi yang kemudian digembor2kan sehingga jadi tambah salah? Klo misalnya tudingan dr negara kita salah, wah, malu banged nantinya di mata dunia. Tapi, klo misalnya tudingan negara kita benar, nah, sudah saatnya negara kita lbh memperhatikan kesenian tradisionalnya dan budayanya. Mbok ya didata yg benar, jadi klo suatu saat nanti misalnya koteka kena 'klaim', indonesia sudah punya tameng penangkalnya : "eits, koteka dr tanah Papua, Indonesia, bukan dr yg lain, ini lho buktinya, bla bla bla.." Sedia payung sebelum hujan, jgn baru sedia payung setelah kehujanan biggrin.gif
AP[e]     - (Go to Fast Reply)
Sebenarnya yang dikatakan Xaliber nggak salah juga. Yang membedakan antara Malaysia dan Indonesia juga kan hanya negra penjajahnya saja. Kalaupun dua negara ini dulunya dijajah oleh negara yang sama, pasti lain cerita deh

QUOTE
Juga ngapaen ngeiklan negara mereka pakai budaya orang luar????

QUOTE
aih gag cocok bgt, IMO si xo ngiklanin pariwisata ya yg di iklan itu obyek atau kesenian yang ada di negara masing"~, masa misalna ni ngiklanin Indonesia tapi di iklannya ada suku Aborigin, atau domba" di New Zealand, sama" dekat kan =D

atau mungkin lebih deket lagi d contohnya ngiklanin wisata Jawa Tengah tapi ada tari jaipong nyelip, sama aja aneh kan ....


Rrrr, setuju lagi dengan Xaliber. Tidak adanya klaim secara eksplisit masih memungkinkan secara de jure untuk melakukan hal itu kan? Mungkin bisa digolongkan dalam penipuan publik karena mengiklankan sesuatu yang tidak ada. But hey, banyak iklan melakukan hal seperti itu juga kan? Contohlah merk AC yang mengklaim dalam iklannya bahwa produknya bisa membasmi virus flu burung di udara mellow.gif It's a total lie, dan badan perlindungan konsumen toh meloloskan iklan tersebut beredar. Bagi saya, agak aneh bila kita marah karena iklan di negara tetangga dianggap sebagai pembohongan publik sementara iklan-iklan lokal yang beredar di dalam negri ternyata tidak lebih baik.

QUOTE
cepat atau lambat akan mengancam nyawa penari.


Kalo kemaren gw nggak salah dengar, katanya iklan tersebut direkam di Bedugul. Ada indikasi bahwa penarinya aalah orang Bali sendiri. Jadi tenang saja, nyawa penarinya mungkin tidak akan terancam. Perkara kenapa penari Bali mau menarikan tarian daerahnya demi iklan negri tetangga saya juga kurang tahu.

Red Herring, fellas
Xaliber     - (Go to Fast Reply)
http://thejakartaglobe.com/home/malaysian-...mis-step/325729

Discovery Channel sebagai pembuat iklan meminta maaf atas kesalahan ini.

Clear enough.
Tampaknya ini bukan dari pemerintah Malaysia. Kesalahan datang dari kelalaian Discovery Channel.

Yah, menurut saya sih kekacauannya juga tidak datang dari Discovery Channel sendiri. Tapi dari media massa Indonesia (stasiun TV dan sebagainya) yang bilang kalau itu sudah diklaim oleh Malaysia.

Ada di iklan =/= diklaim. mellow.gif
Espada     - (Go to Fast Reply)
Oh di Enigmatic Malaysia kalau enggak salah....
Menteri kelancongan malaysia katanya enggak ada sangkut pautnya...

QUOTE
Kalo kemaren gw nggak salah dengar, katanya iklan tersebut direkam di Bedugul. Ada indikasi bahwa penarinya aalah orang Bali sendiri. Jadi tenang saja, nyawa penarinya mungkin tidak akan terancam. Perkara kenapa penari Bali mau menarikan tarian daerahnya demi iklan negri tetangga saya juga kurang tahu.


Jadi yang terancam nyawa kru discovery ya...
tapi tetep aja gan gw ngga terima yang rakyat malay itu bilang kalau budayanya sama satu sama lain.

user posted image
gitablu     - (Go to Fast Reply)
akhirnya saya liad juga iklan yg jadi bahan pergunjingan itu di tivi tadi siang. iklannya judulnya Enigmatic Malaysia. Dalam iklan itu ada gambar wanita yang sedang memperagakan tari pendet.

iklan itu yg membuat adalah suatu production house. mungkin saja production house itu melakukan fatal error dengan salah memasukan tari pendet dalam iklan pariwisata malaysia. (iklannya itu jg menampilkan suku dayak, dan wayang kulit, tp ntuk soal ini saya ga berani komen ah, blum melakukan riset lg)

Misalnya lagi,dalam iklan pariwisata Visit Jakarta, sebuah production house yg mungkin bukan berasal dari jakarta, membuat iklan untuk internasionalnya. lalu tiba2, selain ada monas, muncul menara kembar petronas. Saya yakin negara tetangga juga pasti ribut, sejak kapan menara kembar mereka pindah kota? Padahal pihak indonesia nda membuat iklan itu, tp sebuah production house. dan pihak indonesia nda pernah mengklaim petronas milik mereka.

Ada salah informasi dan salah pengertian dalam masalah ini. Singkatnya sih, tetangga nda mengklaim pendet, cuma ada fatal error saja. Bagusnya sih, sudah ada pernyataan dari pihak discovery channel. Moga2 mereka lbh bijak dan berhati2 kelak.
aizen sousuke     - (Go to Fast Reply)
sy juga liat n itu bnr2 g tw malu,alasannya ktnya mereka ga mengklaim,itu mah yg bkin iklannya j katanya.trus pas ditanya juga jawabnya utk mempopulerkan budaya bangsa yg bersangkutan.tp ttp g bs gt lah,g da ijin dl lagi!!!
dicky     - (Go to Fast Reply)
knapa sie malaysia kea gtu am indo pdhal kan masih srumpun tpi knpa tega bgt mencuri kebudayaan sodara serumpunnya....

parah dah mad.gif
Rasputin     - (Go to Fast Reply)
yang aneh bukannya jero wacik ya??
dengan pedenya misuh2 dan marah2 ke malaysa padahal malaysia kagak ada urusan apa2an disitu

bukannya itu mainannya discovery chanel??

udahlah, jangan suka dimakan media
Espada     - (Go to Fast Reply)
Soalnya waktu itu belum ada info yang jelas...

jadi pihak pertama yang dicari pasti bagian malaysianya...nah dari situ baru dapat info mengenai Discovery yang buat sepenuhnya

jadi ya begitulah

QUOTE
yang aneh bukannya jero wacik ya??
dengan pedenya misuh2 dan marah2 ke malaysa padahal malaysia kagak ada urusan apa2an disitu


Kayaknya tampang kyk gitu ga bakal marah deh
shii     - (Go to Fast Reply)
ga cuma tari pendet doang kok...
banyak kebudayaan indonesia yang diklaim sama malaysia...
saya sampai bingung motif mereka melakukan perbuatan itu tuh apa...
apa karena ga punya kebudayaan? =="
buggy2     - (Go to Fast Reply)
BUTUH JASA PEMBUNUHAN?


KAMI TERIMA KELUHAN ANDA ! !


ketik REG (SPASI) KILLTHEM
kirim ke kuburan saia..


terima kasih~


*ditimpukin*
Espada     - (Go to Fast Reply)
QUOTE (buggy2 @ September 08, 2009 04:23 pm)
BUTUH JASA PEMBUNUHAN?


KAMI TERIMA KELUHAN ANDA ! !


ketik REG (SPASI) KILLTHEM
kirim ke kuburan saia..


terima kasih~


*ditimpukin*

Waduw Central 46 jangan dijadiin lahan ngejunk dong biggrin.gif

QUOTE (Shii)
ga cuma tari pendet doang kok...
banyak kebudayaan indonesia yang diklaim sama malaysia...
saya sampai bingung motif mereka melakukan perbuatan itu tuh apa...
apa karena ga punya kebudayaan? =="


iya sih sampai sekarang juga masih rancu penyebab mereka itu

katanya budaya serumpun tapi malah lebih suka mencuri kayaknya...

terus peta ZEE mereka beda sama punya kita en punya PBB tired.gif
buggy2     - (Go to Fast Reply)
haha~


karna terlalu stress liat tingkah laku malaysia, jadi gini dah~

wink.gif wink.gif wink.gif
dicky     - (Go to Fast Reply)
wah...malaysiaemang ngajakin ribut kali....

mending ajak by 1 za ryuu......

psti qt mnang di c8 nya..... tongue.gif
Saika Murasame     - (Go to Fast Reply)
*baca thread*
Hem...
*Hembusin nafas* Hoh...

Kudos ke mbak Gita, Xali, Fuku, sama AP yang memberikan komentar dan argumentasi berdasar dengan material material yang telah di update tanpa dipengaruhi dengan luapan emosional. Dari apa yang saya pantau hingga sekarang, semakin banyak orang mengetahui seluk beluk permasalahannya, orang pasti akan terdiam sejenak dan akhirnya kembali berpikir. Semakin baseless mereka, semakin menjadi jadi kemarahannya. Terlebih lagi, orang yang hanya melempar komentar emosional singkat tanpa berisi patut ditanya apakah mereka benar benar peduli masalah ini. *sigh*

Basis permasalahan ini sebenarnya merupakan kesalahan media semata yang seenaknya bekerja dengan cara mereka tanpa melihat policy dari kedua belah pihak negara.

QUOTE ("~mademoiselle~")
Indonesia uda ngajuin surat protes ke kedubes malaysia dan nelpon langsung ksana, tapi kedubes malaysia bilang kalo itu iklan isinya bukan buatan malay(ah biarin ah gag gw gedein huruf depannya), isi iklan itu semua dibuat sana prod. house yaitu PH KRU dan itu iklan bwt ditayangin di acara discovery channel. Sedangkan saat pihak PH dikontak mereka bilang kalo itu sekalian promosi wisata Indonesia karena Indonesia sm malaysia itu deket dry.gif, wah asyik ni promosi gratis *ditendang* dan saat pihak kedubes ditanya apakah Iklan itu dibiayai sama pem. malaysia mereka gag mau jawab..  weird eh?


Dari informasi yang saya terima baru baru ini. Prod, house yang bertanggung jawab atas komersial tersebut terletak di Singapura. Pemerintah Malaysia tampaknya menggunakan Outsourcing untuk iklan pariwisatanya ke negara lain. Langkah yang salah. Karena para produsennya kurang begitu mengenal kebudayaan Malaysia. Dan karena faktor inilah, mereka kurang bisa membedakan mana Kebudayaan Malaysia dan Indonesia yang dimata mereka sama. Maka terjadilah pembiasan kebudayaan.

Mengenai pemerintahan Malaysia susah dikontak itu, itu merupakan masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakatnya sendiri. Ingat tentang pemerintahan Soeharto dulu? yah, tidak ada demonstrasi tidak ada keributan dijalan. Walaupun ada masalah, mereka masih menyimpannya diam diam. Lha wong, dosen saya protes tentang kebijakan demokrasi di Malaysia merasa sudah hilang saja besok besok ditahan polisi.

QUOTE ("Espada")
tapi tetep aja gan gw ngga terima yang rakyat malay itu bilang kalau budayanya sama satu sama lain.

Berapakah jumlah pekerja Indonesia yang berada di Malaysia? 3 Juta lebih. Berapakah yang ingin merasakan kebudayaannya sendiri sementara mereka bekerja di negeri orang? Hampir semuanya.
Dari beberapa di antara mereka yang kangen sama rumah, mereka pasti akan me-reenact kebudayaannya sendiri. Sementara orang Indonesia berusaha melepas rindu mereka dengan kebudayaannya sendiri, orang Malaysia ignoran yang melihat hal tersebut merasa bahwa kebudayaan mereka sama. Maka mereka akan berkata, "Kebudayaan kita sama" tanpa melihat perbedaannya di sisi dari mana negara mereka berasal.

Bos Xali, pasti ingat pertanyaan Larry "Pixy" Foulke dari Ace combat Zero.
"Can you see any borders from here? What have borders given us?"

Well, pretty much anything.

...Kalau menurut saya sih... alihkan masalah ini untuk sementara ya = =a. Ya udahlah ya, masalahnya juga gara gara Prod. House yang gak etis. Sekarang sih yang paling penting itu ya...

There's a public enemy, bomber-terrorist, let loose on the streets! EGAD! Dx
AP[e]     - (Go to Fast Reply)
Kudooooooooooooooooooos XD

Lalu bang, sebagai orang indonesia yang tengah menumpang hidup di Malaysia, menurut bang Edge sendiri bagaimana rakyat malaysia menyikapi masalah pendet dance ini.

Saya sebenarnya agak kasihan dengan mereka. Walaupun mungkin memang itu ulah negara mereka. Terlepas dengan fungsinya dalam sebuah negara, masyarakat rasanya juga tidak sebegitu tahunya tentang masalah seperti ini, dan tiba-tiba masyarakat dari negara tetangganya sudah mem-babi-anjing-kan mereka. mellow.gif
Saika Murasame     - (Go to Fast Reply)
QUOTE ("AP")
Lalu bang, sebagai orang indonesia yang tengah menumpang hidup di Malaysia, menurut bang Edge sendiri bagaimana rakyat malaysia menyikapi masalah pendet dance ini.


Hah? = =
Hem.... udah beberapa hari ini baca koran di sini. Dan isinya sih, rakyat Malaysia jangan khawatir mengenai kondisi rakyat Malaysia yang sedang berada di Indonesia. Mengenai sweeping gak jelas itu lho. Itu sih... media controlnya.

Rakyat Malaysia yang peduli mengenai masalah ini, mereka masih berusaha menjelaskan kondisi di Malaysia kepada rakyat Indonsia melalui Internet. Dengan diskusi forum atau hal lainnya. Ikatan dengan masyarakat Indonesia di sini pun juga tidak bergeming karena adanya berita yang mengkhawatirkan itu. Yah intinya mereka masih mencari jalan untuk meredam kondisi ini. Dengan mem-bring up berita bahwa sebentar lagi Idul Fitri untuk meng-cover masalah ini contohnya. Tapi...

Rakyat Malaysia yang ignoran, biasanya akan mengambil jalan membuat perspektif bahwa orang Indonesia itu brutes tukang cari masalah. Err... tampaknya di sini itu digambarkan bahwa Orang Malaysia itu adalah pihak yang "diserang" dengan artian bahwa "bad guy" nya itu orang Indonesia karena mereka menggunakan kekerasan untuk memecahkan masalah ini. Sedangkan pemerintah (di sini istilahnya "kerajaan") telah berusaha menggunakan jalan damai.

Hem... yang menariknya di media sini itu diilustrasikan bahwa:
Front pembela yang melakukan Sweeping itu sama sekali tidak mencerminkan rasa yang dirasakan rakyat Indonesia lainnya.

Jadi berasa bahwa Malaysia itu adalah pembawa initiation buat berdamai.

Personal reflection aja...
Semarah marahnya kita, jangan sampe terprovokasi. Semakin lepas kontrol, semakin gak terlihat teredukasi. Semakin keliatan kita sebagai "bad guy" nya. Coba aja liat Korea Selatan sama Korea Utara. Sama sama Korea tapi beda negara itungannya. Budayanya sama? jelas dikira begitu, tapi padahal enggak. Dan siapa yang dijadiin "bad guy" nya dimata orang awam? North Korea, gara gara menganut militerism. = =~

QUOTE ("AP")
dan tiba-tiba masyarakat dari negara tetangganya sudah mem-babi-anjing-kan mereka.

Kalo itu, biarin aja. Emang dasarnya beberapa Malaysia itu stuck-up (Walaupun gak se-ekstrim Singapura sih).
Huh.

*punya Hidden Agenda sendiri*
dicky     - (Go to Fast Reply)
emm....

stuju... stuju... stuju...

*plak* sad.gif
Espada     - (Go to Fast Reply)
QUOTE (Saika Murasame)
Berapakah jumlah pekerja Indonesia yang berada di Malaysia? 3 Juta lebih. Berapakah yang ingin merasakan kebudayaannya sendiri sementara mereka bekerja di negeri orang? Hampir semuanya.
Dari beberapa di antara mereka yang kangen sama rumah, mereka pasti akan me-reenact kebudayaannya sendiri. Sementara orang Indonesia berusaha melepas rindu mereka dengan kebudayaannya sendiri, orang Malaysia ignoran yang melihat hal tersebut merasa bahwa kebudayaan mereka sama. Maka mereka akan berkata, "Kebudayaan kita sama" tanpa melihat perbedaannya di sisi dari mana negara mereka berasal.


zzzz......

ini berarti orang malaysianya yg salah =_=
masa orang men-react...dibilang itu merupakan salah satu budayanya juga...

berarti temen sekolah gw yang waktu itu menari barongsai pada saat pensi harus gw akuin sebagai budaya asli indonesia?
tentu tidak.....

jadi sebenarnya masalah ini
Indonesia===> Informasi
Malaysia====> Informasi juga

mau tanya kenapa post saya byk yang berlandaskan emosi???
tentu saja karena tari pendet itu tari sakral budaya. Mengundang roh jahat & baik. Semua tempat di Indonesia itu ada penunggunya baik dari yang moderen hingga yang tradisional.
Saika Murasame     - (Go to Fast Reply)
QUOTE (Espada @ September 15, 2009 10:15 pm)
QUOTE (Saika Murasame)
Berapakah jumlah pekerja Indonesia yang berada di Malaysia? 3 Juta lebih. Berapakah yang ingin merasakan kebudayaannya sendiri sementara mereka bekerja di negeri orang? Hampir semuanya.
Dari beberapa di antara mereka yang kangen sama rumah, mereka pasti akan me-reenact kebudayaannya sendiri. Sementara orang Indonesia berusaha melepas rindu mereka dengan kebudayaannya sendiri, orang Malaysia ignoran yang melihat hal tersebut merasa bahwa kebudayaan mereka sama. Maka mereka akan berkata, "Kebudayaan kita sama" tanpa melihat perbedaannya di sisi dari mana negara mereka berasal.


zzzz......

ini berarti orang malaysianya yg salah =_=
masa orang men-react...dibilang itu merupakan salah satu budayanya juga...

berarti temen sekolah gw yang waktu itu menari barongsai pada saat pensi harus gw akuin sebagai budaya asli indonesia?
tentu tidak.....

Dan....
di sinilah letak dimana kebanyakan orang salah melihat kalimat kalimat statement di persepsi mereka.

Di postingan saya, saya tidak pernah bilang bahwa Malaysia mengeluarkan statement bahwa "Budaya kita sama, maka itu milik kita" Tapi hanya sebatas statement "Kebudayaan kita sama". Dan saya rasa... itu tidak berlanjut ke masalah "klaiming" yang arti lainnya memasukkan budaya Indonesia jadi Malaysia. Hanya sebatas "sama" saja.

Kebanyakan orang hingga sekarang, setelah mendengar kata "Kita toh punya kebudayaan yang sama" langsung mengira artinya "kebudayaan kita diklaim". Inilah kesalahaan dimana mereka mencetuskan ide untuk memproduksi iklan yang dibuat oleh pihak ketiga dari luar negara dimana karena "sama" maka "tidak beda" yang menjurus ke "satu". Ketika ke-bias-an itu diguanakan sebagai salah satu statement media iklan yang bias tersebut, Indonesia melihat itu menjadi "klaim" tanpa melihat siapa yang memproduksi iklan tersebut, hanya melihat subjek di iklan yang di-attach oleh tari kebudayaan mereka.

...
Namanya juga manusia, kadang bisa salah ngomong, kadang bisa salah nangkep.

Lagipula, yang namanya migrasi manusia dari negara lain, pasti ada masalah begini juga.
Orang Yemen juga pastinya bisa nuntut orang Indonesia kalo ada orang betawi ngomong, "Orkes gambus pan orkes punya nya orang orang aye! Ini kebudayaan orang Betawi asli nih! Jangan salah loe!".

... padahal... = =a ;;

EDIT: Salah ketik, orang Yemen, bukan orang Arab. m(_ _)m
Espada     - (Go to Fast Reply)
Sama....

berarti itu satu sama lain persis kan?
nah tari pendet itu persis kebudayaan malaysia yang mana ya?

Dari kultur latar belakang daerah kami dengan mereka sangat jauh berbeda sehingga persamaan budaya sangatlah jauh untuk yang ini

QUOTE (Saika)
Lagipula, yang namanya migrasi manusia dari negara lain, pasti ada masalah begini juga.
Orang Yemen juga pastinya bisa nuntut orang Indonesia kalo ada orang betawi ngomong, "Orkes gambus pan orkes punya nya orang orang aye! Ini kebudayaan orang Betawi asli nih! Jangan salah loe!".

... padahal... = =a ;;


Bagian ini saya nggak ngerti =_=
Saika Murasame     - (Go to Fast Reply)
QUOTE ("Espada")

berarti itu satu sama lain persis kan?
nah tari pendet itu persis kebudayaan malaysia yang mana ya?

Hem... sedari tadi sih saya hanya membahas kebudayaan Indonesia secara general dimana kebudayaannya bisa saja berupa Tolong menolong, Silahturahmi, "Tepa Selira", tanpa menunjuk ke kebudayaan specific dari suatu daerah. Kalau untuk mengenai hal yang satu ini memang rakyat Malaysia bisa bilang "Kebudayaan kita sama"

Tapi kalau secara specific ditanya "tari pendet itu persis kebudayaan Malaysia yang mana?"...
Ingat, yang buat iklan orang Singapur, bukan Malaysia. Karena saya gak tinggal di Singapur, jadi saya gak tau mereka ngeliat dari kacamata kuda siapa sampe bisa bilang begitu. = =~

Yah.... hampir sama lah kalo di istilahin orang Ghana suruh buat iklan Canada. Bisa aja mereka bilang Chicago masuk Canada, Toronto itu salah satu states di Amerika, Quebec itu aslinya di Mexico, atau Ottawa itu kota Jepang.
...bahkan bisa aja mereka sampe bilang Gorontalo sebelah Toronto deket California belakangnya Yucatan.
Who knows? *shrugs*

anyway here's funny example:
http://www.youtube.com/watch?v=XsRJQe6s_OM

QUOTE ("Espada")

QUOTE ("Saika Murasame")

Lagipula, yang namanya migrasi manusia dari negara lain, pasti ada masalah begini juga.
Orang Yemen juga pastinya bisa nuntut orang Indonesia kalo ada orang betawi ngomong, "Orkes gambus pan orkes punya nya orang orang aye! Ini kebudayaan orang Betawi asli nih! Jangan salah loe!".

... padahal... = =a ;;


Bagian ini saya nggak ngerti =_=


Memang iya, jika berbicara mengenai latar belakang asli setiap daerah atau negara itu sudah pasti beda beda. Tapi ada suatu hal yang dinamakan "adaptasi", dimana hal tersebut bisa membawa suatu ke aslian itu untuk menginfluence suatu daerah yang baru.

Saya mengambil contoh dari Gambus. Gambus, di mata orang orang awam merupakan alat musik yang berasal dari Betawi, tapi pada aslinya, itu merupakan alat musik yang berasal dari daerah Yemen yang dibawa oleh pedagang pedagang yang datang ke Betawi. Maka diperkenalkanlah alat musik itu ke orang orang Betawi. Tapi, lama kelamaan, orang orang yang tidak mengetahui asal usulnya Gambus itu, mengira bahwa Gambus itu merupakan alat musik asli buatan mereka sendiri.

Hal ini bisa terjadi karena adanya Globalisasi, Migrasi, Adaptasi. = =~
Sama kayak kasus penyebaran Keris oleh Nenek Moyang kita yang harusnya bertanggung jawab buat keadaan sekarang. Sampe di beberapa bagian Indonesia aja di data Sosbud senjata tradisionalnya Keris. ... di Bali Senjatanya Tradisionalnya Keris kan? ( = =)? Di Jogja juga. = =~~
freshblood     - (Go to Fast Reply)
@saika: Mantap gan! *ijo-ijo meluncur*

@espada: migrasi manusia dari suatu negara ke negara lain tidak serta merta hanya membawa manusia tersebut, tapi juga akan membawa kebiasaan negaranya, kebudayaan negaranya. Apalagi kalau yang bermigrasi itu dalam jumlah yang cukup besar.

Karena orang Yemen dulu pernah bermigrasi ke Indonesia, serta merta mereka membawa kebudayaan mereka. Mereka berinteraksi dengan orang Betawi, orang Betawi melihat kebudayaan mereka (gambus dan orkes), orang Betawi tertarik dan mempelajarinya, berlanjut terus ke keturunan mereka hingga akhirnya tanpa disadari kalau sudah ada anggapan gambus dan orkes itu asli budaya Betawi.

Nah! kalau sudah seperti ini, tak salah kalau orang Yemen bisa ngamuk-ngamuk kalau ada orang Betawi yang ngomong; "Orkes gambus pan orkes punya nya orang orang aye! Ini kebudayaan orang Betawi asli nih! Jangan salah loe!"
AP[e]     - (Go to Fast Reply)
Melebar ya?
Perlukah ada sedikit modifikasi terhadap topic title agar bisa menyerempet pada so called klaim budaya secara luas?

Pendapat saya pribadi sih, akan sangat barbar sekali bila orang Indonesia marah kepada masyarakat Malaysia yang mungkin malah tidak tahu apa-apa--seperti yang telah saya bilang semuanya, pembuatan iklan diurus oleh sekelompok orang yang memang bertugas mengurus itu, bisa jadi masyarakat awam tidak tahu apa-apa sebelumnya--, karena kesalahan pemberitaan oleh media.

Bukan bermaksud mencari kambing hitam, namun, bila ternyata yang salah memang informasi yang disampaikan oleh media, apa pantas kita masih ngotot menyalahkan masyarakat Malaysia? Tuhan, terdengar sangat bebal sekali kan masyarakat kita?

OOT: eh serius, mau dirubah nggak nih judul topiknya? Kalau nggak mau sih, usahakan porsi pembicaraan lebih besar ke arah Pendet Dance is from Indonesia.
Saika Murasame     - (Go to Fast Reply)
QUOTE ("freshblood")
@saika: Mantap gan! *ijo-ijo meluncur*

Thank you! Back right at ya! >=D
... anyway, itu salah satu kalimat deduksi yang bagus sekali. Saya agak kurang bisa menyampaikan kalimat solusi serapih itu. Thank you ya udah di ringkasin = =b

QUOTE ("AP")
Melebar ya?

Lebaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrr >('(===========( > A < ) ============)')<
*ahem*
Tunggu sebentar!

QUOTE ("Espada")
tentu saja karena tari pendet itu tari sakral budaya. Mengundang roh jahat & baik. Semua tempat di Indonesia itu ada penunggunya baik dari yang moderen hingga yang tradisional.

Tari Pendet ada hubungannya sama Rangda lawan Barong ga? Sekalian mumpung ada member yang berlokasi dekat dengan sumber. Jadi, kenapa gak sekalian Espada jadi narasumber tentang asal usul Tari Pendet dan fungsi dari tari tersebut. =D

*tertarik sama hal hal mistis terikat Roh halus* xD
Espada     - (Go to Fast Reply)
QUOTE
Tari Pendet ada hubungannya sama Rangda lawan Barong ga? Sekalian mumpung ada member yang berlokasi dekat dengan sumber. Jadi, kenapa gak sekalian Espada jadi narasumber tentang asal usul Tari Pendet dan fungsi dari tari tersebut. =D

*tertarik sama hal hal mistis terikat Roh halus* xD


kalau hal mistis kita buat topik aja lagi yuk biggrin.gif
soalnya nanti jadi kelebaran terus di edit om [A]pel

QUOTE
Memang iya, jika berbicara mengenai latar belakang asli setiap daerah atau negara itu sudah pasti beda beda. Tapi ada suatu hal yang dinamakan "adaptasi", dimana hal tersebut bisa membawa suatu ke aslian itu untuk menginfluence suatu daerah yang baru.

Saya mengambil contoh dari Gambus. Gambus, di mata orang orang awam merupakan alat musik yang berasal dari Betawi, tapi pada aslinya, itu merupakan alat musik yang berasal dari daerah Yemen yang dibawa oleh pedagang pedagang yang datang ke Betawi. Maka diperkenalkanlah alat musik itu ke orang orang Betawi. Tapi, lama kelamaan, orang orang yang tidak mengetahui asal usulnya Gambus itu, mengira bahwa Gambus itu merupakan alat musik asli buatan mereka sendiri.

Hal ini bisa terjadi karena adanya Globalisasi, Migrasi, Adaptasi. = =~
Sama kayak kasus penyebaran Keris oleh Nenek Moyang kita yang harusnya bertanggung jawab buat keadaan sekarang. Sampe di beberapa bagian Indonesia aja di data Sosbud senjata tradisionalnya Keris. ... di Bali Senjatanya Tradisionalnya Keris kan? ( = =)? Di Jogja juga. = =~~


maksudnya saya nggak ngerti itu karena saya kurang tau mengenai orkes itu sendiri =_=

Iya juga sih keris ada diBali tapi disini lebih sering dipakai buat senjata untuk ngenain orang biggrin.gif
gitablu     - (Go to Fast Reply)
ape : silahkan di utik2 itu judulnya. saya mentok mau ngasih judul apa. itu aja saya ngasih judulnya spontan aja biggrin.gif soalnya kayaknya diskusi dah melebar dan nda cuma bicarain pendet aja.
Fast Reply:

 Enable Smilies |  Enable Signature
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.
Invision Power Board © 2001-2013 Invision Power Services, Inc.