Eits...eits....ntu beneran????
bukannya es dikutub selatan malah akan makin mencair tiap tahun???akibatnya menaiknya tinggi lautan...
jadi tiap tahun tinggi laut naik tanpa kita sdari karena es dikutub mencair...membekunya karena ap?
shinjistandz
- (Go to Fast Reply)
April 05, 2009 04:48 pm
Tanpa Emisi CO2, Bumi Akan Menuju Jaman Es
Paris - Pergeseran terjadwal orbit Bumi akan membuat Bumi mengalami Jaman Es ribuan tahun dari sekarang, namun kejadian ini mungkin dapat dicegah akibat gas rumah kaca buatan manusia, para ilmuwan menyatakan.
Namun begitu, mereka memperingatkan bahwa berita ini bukan sebagai alasan mendukung pemanasan global, yang sudah terbayang di depan mata dengan dampaknya yang merusak terhadap sistem iklim.
Bumi telah mengalami periode panjang musim dingin ekstrem pada miliaran tahun silam dalam sejarahnya.
Musim dingin yang sangat menggigit diselang-selingi dengan periode "interglasial" yang relatif hangat, merupakan periode yang telah kita alami sejak berakhirnya Jaman Es, sekitar 11.000 tahun silam.
Perubahan iklim ini ada penyebab alamiahnya, yang diyakini terutama berakar dari perubahan orbit dan sumbu Bumi, sekalipun sebentar, memiliki dampak yang besar sekali atas bagaimana panas sinar Matahari jatuh pada permukaan planet Bumi.
Dua peneliti membangun sebuah model komputer berkuatan tinggi untuk melihat dengan seksama pada fase-fase dingin dan hangat ini.
Di samping perubahan keplanetan, mereka juga memperhatikan level karbon dioksida (CO2), yang ditemukan dalam gelembung kecil pada inti es, yang memberikan indikator suhu yang berlangsung ratusan ribu tahun.
Mereka menemukan perubahan dramatis dalam iklim, termasuk perubahan ketika Bumi berubah dari satu keadaan ke kondisi lainnya dalam waktu yang relatif singkat, kata salah satu pengarang, geosaintis Thomas Crowley dari Universitas Edinburgh, Skotlandia.
Pergeseran-pergeseran ini, yang disebut "pencabangan dua", tampaknya terjadi dalam rangkaian yang tiba-tiba, yang bertentangan persepsi bahwa planet Bumi mengalami masa dingin atau panas dengan perlahan.
Menurut model itu, yang disiarkan dalam jurnal Inggris Nature oleh Crowley dan fisikawan William Hyde dari Universitas Toronto, Kanada, "pencabangan" biasanya akan terjadi antara 10.000 hingga 100.000 tahun dari sekarang.
Iklim yang dingin akan memicu periode beku yang panjang dan stabil pada kawasan di garis lintang bagian tengah, melimpahi Eropa, Asia dan Amerika Utara hingga ke garis lintang 45-50 derajat dengan lapisan es tebal.
Imbangi pendinginan
Namun begitu, kini ada begitu banyak CO2 di udara, sebagai hasil pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan, dan ini memperbesar dampak gas rumah kaca yang memerangkap panas yang akan mengimbangi pengaruh pendinginan daeri pergeseran orbit, tutur Crowley,seperti dikutip AFP.
"Bahkan level yang ada saat ini lebih dari cukup untuk mencapai kondisi yang menentukan yang tampak pada model itu," katanya. "Jika mengurangi sedikit CO2, itupun mungkin masih memadai."
Pada September lalu, sebuah konsorsium riset ilmiah bernama Proyek Karbon Global (GCP) menyatakan konsentrasi CO2 di atmosfir mencapai 383 ppm pada 2007, atau 37 persen di tas level pra-industri.
Konsentrasi saat ini "tertinggi dalam 650.000 tahun terakhir dan kemungkinan dalam 20 juta tahun belakangan ini," kata laporan itu.
Crowley memperingatkan mereka yang akan memanfaatkan pengkajian baru itu dengan menyatakan "karbon dioksida kini suatu hal yang baik karena mencegah kita menuju periode dingin membeku."
"Kami tak ingin memberi kesan kepada masyarakat," katanya. "Anda tidak bisa mengunakan pendapat ini sebagai pembenaran terhadap pemanasan global (buatan manusia).
Tahun lalu, Panel Antar-pemerintah mengenai Perubahan Iklim (IPCC) PBB yang meraih Nobel menyatakan bahwa emisi gas rumah kaca sudah menyebabkan perubahan yang tampak terhadap sistem iklim, terutama pada es dan salju.
Bila dibiarkan tanpa pengendalian, perubahan iklim akan memicu kekeringan yang meluas dan banjir pada akhir abad ini, sehingga menyebabkan kelaparan, kehilangan tempat berteduh dan tekanan lainnya atas jutaan orang. (*ANTARA News)
===============================================
KEDATANGAN JAMAN ES
Sejarah bergerak dalam gelombang yang berirama-dalam sebuah arus pasang-surut. Ia senantiasa bergerak dan terus bergerak, kemudian terdapat lompatan cepat. Lagi bergerak dan bergerak lagi, kemudian terjadi lompatan cepat , dan seterusnya. Tiba-tiba terjadi lompatan yan sangat cepat-disebut juga era jaman-baru. Kita sekarang berada pada ambang lompatan. Kita tidak hanya diambang, tetapi kita sedang melewati ambang suatu era baru. Kita sekarang memasuki babak baru- jaman baru-dan kita sekarang sedang meniti jaman itu. Apakah kalian menyadarinya ? Kita tidak lagi diambang. Kalian harus siap akan perubahan besar, jika tidak maka keseimbangan akan hilang.
Dalam proses gerakannya, tidak boleh hanya gerakkan lambat. Harus terdapat percepatan-baik percepatan konstan atau kecepatan yang dipercepat-atau perlambatan -baik perlambatan konstan atau kelambatan yang diperlambat. Dalam percepatan dan perlambatan ini, terdapat suatu lompatan. Sebelum dan sesudah lompatan ini, terjadi perubahan biologis, perubahan sejarah, perubahan agrikultur dan perubahan psikis.
Dalam sejarah dunia ini, terdapat dua Jaman Es yang signifikan dilihat dari sudut pandang perkembangan kehidupan. Sebelum Jaman Es pertama terdapat kelangkaan binatang yang cukup berkembang, hanya ada binatang tak berkembang. Terdapat salju dan es. Setelah Jaman Es pertama, terdapat kemajuan besar. Binatang menjadi raksasa. Setelah Jaman Es signifikan kedua, binatang raksasa punah-binatang yang lebih kecil muncul. Jaman Palcocene, Oligocene dan Miocene datang.
Kita tahu Jaman Es lainnya akan datang di bumi ini. Itu akan membawa perubahan keseluruhan dalam structural di bumi ini. Sebelum datangnya Jaman Es, akan terjadi perubahan intelektual dan perubahan biologis yang luar biasa pada diri manusia dan binatang-pada setiap mahkuk, makhluk bernyawa atau tak bernyawa. Kalian akan temui perubahan pada jadwal musim, pada lingkup psikis, dalam bidang sosio-ekonomis- politis, pada struktur biologis. Semua sedang dalam proses metamorfosa (berubah). Kutub bumi pun telah bergeser. Apakah kalian siap ?
Setelah datangnya Jaman Es ini, akan terjadi perubahan wilayah tropical dan perubahan besar biological-suatu pola baru akan tercipta. Apakah kalian merasakan bahwa jadwal musim sedang berubah dan telah terkacaukan ? Kutub utara bergeser mendekat ke wilayah tropis dan kutub selatan bergerak mendekati belahan bumi bagian barat dibagian berlawanan dari wilayah tropis.
Jika di belahan bumi bagian timur, Kutub Utara bergerak dari utara ke selatan dan di belahan bumi bagian barat, Kutub Selatan bergerak dari selatan ke utara, apa yang akan menjadi efek bagi hidrosfir bumi ini ? Es dikutub akan mencair dan ketinggian laut akan naik. Hal itu akan memberikan dampak pada gelombang pasang diseluruh bumi. Lautan Pasifik akan menjadi lebih dingin dan membeku. Banyak pelabuhan akan tutup. Pola musim akan berubah. Variasi curah hujan dan suhu akan berdampak pada flora dan fauna. Semua ini secara keseluruhan akan berdampak pada proses berfikir. Jumlah hari dalam kalender solar (berpatokan pada matahari) satu tahun sebanyak 365 hari berubah menjadi 366 hari, tetapi kalender lunar (berpatokan pada bulan) tidak berubah, dari 354 ke 355 hari.
Sebagai orang intelektual, kalian harus siap akan hal itu, akan perubahan luar biasa itu.
Oleh: Shrii Shrii A'nandamu'rtijii
ehhhh....
kalo manusia berasal dari DNA mahluk nebirian,
lalu kalo binatang2 dari mana dong???
Lemon S. Sile
- (Go to Fast Reply)
April 07, 2009 08:38 am
Berusaha meluruskan sebisanya.
Koreksi di awal sebelum saya sesat lebih jauh, saya belum lihat websitenya dengan alasan
malas. Karena sejaka wal saya sudah ngerasa kurang sreg dengan pernyataan-pernyataan yang ada.
| QUOTE |
1. Kita bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi. |
Koreksi: Pernyataan ini secara logika terkesan amat sangat membingungkan, menyesatkan, dan memusingkan. Tidak jelas apa ide pokoknya dan pendukungnya. CO2 memang jelas menyerap panas dan
peningkatan jumlah kadar CO2 di udara beberapa tahun belakangan adalah penyebab meningkatnya suhu global, sekarang populernya disebut pemanasan global itu. Peningkatan jumlah CO2 yang paling mencolok sering dilihat terhitung sejak terjadinya revolusi industri yang menandakan pemanfaatn besar-besaran bahan bakar fosil oleh manusia. Fakta tersebut jelas membuktikan bahwa manusia jelas punya andil yang besar dalam pemanasan global.
Hubungan CO2 dengan radiasi? Radiasi apa yang dimaksud di sini? Radiasi matahari? Setiap harinya matahari memuncratkan bermacam-macam radiasi ke luar angkasa, ada yang sampai di bumi ada yang tidak. Memang kadar CO2, radiasi, dan pemanasan global bisa dibilang tidak memiliki kaitan bertiga tetapi CO2 dan pemanasan global punya kaitan jika hanya berdua. CO2 menyerap radiasi apa?
| QUOTE |
2. 17.000 orang imuwan menandatangani petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukanlah penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya gempa dan aktivitas vulkanik. |
Ada dua hal yang mengherankan di pernyataan ini, peningkatan CO2 akibat suhu laut dan naiknya suhu laut akibat aktivitas vulkanik. Saya baru tahu peningkatan CO2 bisa meningkatkan kadar CO2 dalam udara. Secara proses kimiawi mungkin bisa dijelaskan walau saya belum pernah mendengar ada argumen seperti ini yang disertai penjelasan logis yang jelas. Tetapi kalaupun bisa saya tetap sangsi akan jumlah yang dihasilkan karena produsen CO2 utama itu setahu saya ya makhluk hidup, bukan komponen abiotik seperti laut. Ditambah juga hasil pembakaran bahan bakar fosil jadi sekali lagi jelas CO2 itu adalah salah satu andil makhluk hidup.
Aktivitas vulkanik yang meningkatkan suhu laut? Ada data ilmiahnya kah? Setahu saya laut itu adalah bagian kerak bumi yang paling tipis dan jelas saja yang paling dekat terkena panas mantel bumi. Bumi ini ibarat seperti panci yang diletakkan di atas api, setiap saat di panaskan. Jadi kalau memang suhu bumi meningkat akibat aktivitas mantel (aktivitas vulkanik dan mantel bumi memiliki kaitan yang erat karena aktivitas mantel meretakkan kerak bumi yang akhirnya mengakibatkan bumi memiliki lempeng-lempeng benua dan sabuk api, yadayada~) seharusnya pemanasan global
terjadi non-stop tetapi faktanya bagaimana?
Sekedar tambahan, kalau kadar CO2 di laut bertambah justru itu menjadi salah satu bencana lingkungan yang cukup mengkhawatirkan lho.
| QUOTE |
4. Matahari bersifat elektromagnetis. Inilah yang mengakibatkan timbulnya bintik matahari, yang terus bertambah. Bumi juga bersifat elektromagnetik. Pada waktu-waktu tertentu, kutub magnetic akan berubah. Dan perubahan ini diakibatkan perubahan pada tata surya kita. |
Pernyataan ini seharusnya tidak termasuk di atas karena tidak ada hubungannya.
Saya agak ragu mau menjelaskan di sini tapi sila tanya saja kalau penasaran. Tetapi yang jelas setahu saya pernyataan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan baik pemanasan global maupun zaman es.
Pada dasarnya sih saya tidak meng-counter pernyataan mengenai zaman es berikutnya. Saya hanya heran dengan pernyataan-pernyataan yang ada karena terkesan seat dan membingungkan. Jadi ya saya berusaha meluruskan...
Lalu soal zaman es sendiri sebenarnya memang banyak teori yang dapat mendukung terjadinya zaman es. Bahkan dengan skenario yang lebih detail dan lebih bisa dipercaya secara ilmiah.
Kalau tertarik mungkin bisa dibagi di sini. Saya sih berharapnya diskusi di topik jangan sesat dan berisi kepanikan saja.
shinjistandz
- (Go to Fast Reply)
April 07, 2009 03:06 pm
Iya dari awal juga saya rada2 heran tapi ini nemu di forum lain

..
yapz terima kasih sudah meluruskan...

....
Apakah scepat day after tommorow???ap yg nyebapin bisa cepat gtuw??apakah matahari tidak menyinari bumi karena tertutup planet X???
kalau liat di iceagenow*link yg dkasih shinji* dibilang matahari yang mulai redup dan mengakibatkan dinginnya permukaan...adakah pencerahan??
Lemon S. Sile
- (Go to Fast Reply)
April 07, 2009 08:19 pm
| QUOTE |
| Apakah scepat day after tommorow???ap yg nyebapin bisa cepat gtuw??apakah matahari tidak menyinari bumi karena tertutup planet X??? |
Tidak. TDAT itu murni fiksi dan secara ilmiah memiliki banyak kejanggalan walau tetap saja dasarnya ada sedikit benar. Tetapi kecepatan kejadian dan prosesnya tidak akan seperti TDAT.
Matahari akan terus bersinar meskipun tertutup planet. Planet yang ada di antara matahari dan bumi hanya merkurius dan venus, keduanya terlalu kecil untuk menimbulkan efek yang sedemikian besar.
| QUOTE |
| kalau liat di iceagenow*link yg dkasih shinji* dibilang matahari yang mulai redup dan mengakibatkan dinginnya permukaan...adakah pencerahan?? |
Ho, justru matahari semakin memanas. Salah satu penelitian dan perhitungan justru memperkirakan 2011 sebagai salah satu puncak aktivitas matahari. :|
Matahari adalah jenis bintang yang...ah, saya lupa. Tetapi matahari hanya akan meredup ketika Ia telah menjadi raksasa merah, dan ketika matahari telah menjadi raksasa merah kehidupan di bumi sudah habis.
Raksasa merah berarti itu saat matahari sgt panas donk???
segini saja udah banyak yg kepoanasan dan hewan punah

g bisa bayangin
~musica deidanta~
- (Go to Fast Reply)
April 08, 2009 11:57 am
duh liat wallpaper ntu bagus bgt
maksudnya jaman es ntu gimana si???
maksudna knp bisa terjadi kek gitu??
Menurutku... Kayaknya mungkin aja Zaman Es terulang lagi... Karena, waktu zaman dinosaurus dulu yang nggak ada teknologi apa-apa aja bisa terjadi, apa lagi sekarang, yang udah ada teknologi macem-macem yang walaupun useful, tapi banyak juga yang merusak? Tapi moga-moga aja nggak dalam waktu singkat, deh.
Menurut sy, mungkin aja iu terjadi,,
Cuman yang perlu diperhatikan itu nggak mungkin terjadi dalam waktu satu hari jebret jadi ice age,,
semuanya bertahap..
I think human won't extict because of that,
Manusa pernah melewati ice age kok
September 04, 2009 03:02 pm
wa ngebacanya kok jdi ngeri ya....
alo ntu bneran kira" ap ya yg bkal trjadi am umat manusia ya???
knapa sie manusia ga mengurangi apa kek yg bsa bkin zman es mnjdi ngejauh....
alo nrut wa pnggunaan ac yang mnrut sbagian org adalah cra yg trbaik menanggulangi panas adalah salah bsar...
tpi mnrut wa smakin bnyak pnggunaan ac mka smakin besar suhu bumi akan mningkat... so smakin bnyak ac = smakin panas suhu...
kenapa ga kita kurangi pemakaian ac n mlai mengganti ke kipas.... wa n kluarga wa stelah tau alo ac mlah mnambah panas suhu bumi skrang sudah menggati untuk memakai kipas angin toh ga klah sejuk am ac... n knapa kalian ga jga bwat mncba gnti ac ke kipas
September 19, 2009 02:40 pm
mau gimana, kipas sama aja juga pake listrik, kecuali yang manual, pake tangan
apalagi kipas resiko masup anginnya elbih tinggi, angin duduk juga mudah masuk ke perut
bahaya deh
sekalian aja, belajar nahan panas
September 19, 2009 02:53 pm
Hmm......gimana yah.....
satu pihak bilang bumi kekeringan dan lainnya kedinginan

memang sih GW pasti akan terjadi, yang kita lakukan adalah mencegahnya...
mungkin bisa dimulai dengan perawatan lingkungan dan vegetarian
September 19, 2009 05:03 pm
bkan bgtu tapi mksud sya....
alo ac tuh bkannya bkin dingin tapi mah bkin bumi tmbah panas coz ac tuh ngeluarin smacam zat yang lma" bkin mnipisnya lapisan ozon....
emang sie bkan pure krna ac krna masi bnyak sumber laen kea asep kndraan. tpi gmna alo qta bljar bwat mencegahnya dari apa yg qta bsa dlu...
emm 1 lagi..... kipas angin tuh ga ngeluarin zat yang bkin bumi makin panas itu emang sma" pke listrik tpi kipas labih ramah lingkungan dibanding ac.
bner jga kta espada wa stuju tuh mulai dari menanam pohon" juga bole....
di lingkungan wa juga agy pda wa sruh bwat perbanyak pohon ya walaupun ga smua rmah pnya halaman yang luas pi mreka bsa nanem tuh pohon di media laen kea pot.....
good-shinigami
- (Go to Fast Reply)
September 20, 2009 11:34 pm
September 21, 2009 07:53 am
September 21, 2009 01:13 pm
stuju tuh ama kk espada....
en mnrut wa masi bnyak lai dampaknya yg mngkin lum kita tau....
tpi yang pasti qta tuh bkal punah atau jadi patung es......
good-shinigami
- (Go to Fast Reply)
September 21, 2009 06:29 pm
waduuuh...bener juga kk espada ! kalau begitu dari sekarang kita harus melakukan tahap pencegahan !
tapi manusia jaman sekarang kayaknya gak memikirkan soal zaman es...
memangnya apa yg dilakukan sama manusia untuk mencegah zaman es tahun ini ya ?
kireihoshi asaku
- (Go to Fast Reply)
August 27, 2010 10:21 am
kalau emang harus terjadi lagi.... kenapa tidak?
kita yang hidup di masa depan milik diri kita di masa lalu, kita yang hidup di masa lalu millik diri kita di masa depan ga sanggup berbuat apa2 kecuali menyandarkan diri pada masa depan kita sendiri...
kalau emang zaman es kedua itu mau terjadi, yang jadi permasalahan itu 'kapan terjadinya'.... bukan lantaran kita belum siap, kita harus siap di masa apapun untuk menghadapi apapun, tapi yang jadi masalah adalah kapan itu terjadi, untuk meyakinkan kita akan hal2 yang akan datang, dan agar jangan sampai kita menyerahkan diri pada hal yang masih awang2...
Penurunan suhu di jaman es nggak sedrastis sampai kita semua jadi es batu. Penurunannya paling 5-10 derajat celsius, yang memang rada adem tapi nggak berarti besok di Jakarta mulai bersalju. Efeknya juga perlahan selama ribuan tahun, bukan mendadak dingin seketika.
Karena itu, kalaupun besok mulai peralihan ke zaman es, kita punya waktu luang lebih kok buat siap-siap.
kireihoshi asaku
- (Go to Fast Reply)
August 28, 2010 07:21 am
betul kata mba' rirez kita kuduunya ga usah terlalu 'respek' lah kan ga mungkin besok langsung jaman es hehehe paling ga kita dah persiapkan teknologi yang cukup ^^