Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Pandangan hidupmu.
Lemon S. Sile     - (Go to Fast Reply)
Mungkin bawaan dari forum lama.
Bagaimana kalian memandang hidup ini?

Mungkin juga kalian ini tipe orang seperti apa. Petualang yang selalu menganggap hidup adalah, petualangan. Tipe penulis yang melihat hidup sebagai dongeng, atau apa lah... Contoh-contoh tadi ngasal sih.. haha

Intinya mari berbagai pandangan hidup di sini tongue.gif
Karena berbagi....jadi sekalian didiskusikan kalau bisa ya. Siapa tahu ada yang pandangan hidupnya serupa atau mirip. halah.

Saya sendiri mungkin lebih tipe orang yang pasif ya? Bagi saya hidup adalah...ya hidup, sebuah cerita di mana kita pemeran utama dari hidup kita masing-masing. Namanya cerita yaa...tentu ada hal-hal yang menjadi plot twist, halah ngasal...

Versi ekstrimnya...ah, ga usah deh.
-relentless-     - (Go to Fast Reply)
Hng... bicara soal pasif, saya juga orang yang pasif di satu sisi dan di sisi lain saya adalah orang yang akif. Makanya dalam memandang hidup saya selalu punya sisi pasif yang beranggapan bahwa hidup dijalani saja nanti juga kita menemukan takdir sendiri. Mau besar sukses, mau menderita itu yang namanya hidup.

Tapi di lain hal, di sisi aktif, saya selalu merasa bahwa hidup saya itu harus ada tujuannya. Saya harus bisa berusaha untuk mengejar apa yang saya inginkan, makanya saya jadi serba ambisius tapi endingnya kosong doang.

Jadi... intinya hidup itu buat saya adalah sebuah kesempatan, mau bagaimana kita menggunakan kesempatan itu, baik-buruknya, semua tergantung pada pilihan kita masing-masing.

Um... just my opinion~
denn_c2     - (Go to Fast Reply)
Hidup itu harus dinikmati dan bertanggung jawab. Tapi dunia tempat kita hidup adalah panggung sandiwara yang akan berakhir. Jika dunia membuat kita merasakan surga, maka kehidupan setelah mati adalah utopia sejati. Itulah hidup, untuk bertahan hidup kita harus berlomba dalam banyak hal demi tercapainya kebahagiaan.
Travis_Touchdown     - (Go to Fast Reply)
Hidup itu kayak film seri. Setiap hari itu satu episode. Di film ada klimaks, anti klimaks, konklusi, awal konflik, dan tension lainnya. Di film ada protagonis, antagonis, karakter tambahan, dan lain- lain.

Setiap orang adalah main character kisah hidup mereka. Entah mereka mau jadi silent protagonist, anti-hero, atau super hero sekalipun, itulah yang harus kita pilih.

Yang pasti, jangan jadi main character yang berlaku seperti karakter pembantu, karena nanti film yang "kurang berarti"
chakala_minami     - (Go to Fast Reply)
bagi aku........

hidup adalah sesuatu yang harus kita jalani baik-baik
bukan asal-asalan
karena kita cuma hidup sekali
RRR     - (Go to Fast Reply)
hidup itu.....

bagi saya hidup itu monoton, mungkin cuma aku aja yang seperti ini.....

karena tidak ada hal fantastis yang bisa menancap di kepala saya sampai sekarang.
Madfox     - (Go to Fast Reply)
....

Astajim, ada tret gini ya? Ehm *gloomy mode on*

Yang saya tahu hanya:

1) Cuma sekali. Ini membuat kita punya dua pandangan yang intinya sama-sama manfaatkan sebaik-baiknya. Tapi, pandangan ini punya dua sisi: terus bersenang-senang atau terus menyiksa diri dengan cara gak terlalu menikmatinya. Euh, gimana ngejelasinnya ya? Let` see... bukannya pingin nyinggung SARA, tapi jaman gini ada loh orang yang kayak Master-Zen wannabe yang menutup diri dari nikmat. Alih-alih manfaaatin rejeki, kerjanya doa mulu. Aneh? Di beberapa sisi, ya. Di sisi lain, ngga juga. Buat masa depan di medan lain tho? Kocak.gif

Dan yang kita pasti tahu, gak bisa di-reset kayak game. Pan enak kalo bisa gitu ya? Ahahaha.

Uh... kedengarannya malah kayak ngeringkas post2 di atas nih. Oke, lanjut kapan-kapan. Capek ~_~
AvaLon_LeLouch     - (Go to Fast Reply)
hidup itu... untuk mencapai target yang ditentukan, berperilaku sesuai yang ditentukan..

at the end nothing last 4ever...
Lemon S. Sile     - (Go to Fast Reply)
QUOTE (Madfox)
Astajim, ada tret gini ya? Ehm *gloomy mode on*

ya, jangan dibuat gloomy doms Kocak.gif

Siapa tau ada yang punya pandangan hidup yang ceria berbagilah.

QUOTE
1) Cuma sekali. Ini membuat kita punya dua pandangan yang intinya sama-sama manfaatkan sebaik-baiknya. Tapi, pandangan ini punya dua sisi: terus bersenang-senang atau terus menyiksa diri dengan cara gak terlalu menikmatinya. Euh, gimana ngejelasinnya ya? Let` see... bukannya pingin nyinggung SARA, tapi jaman gini ada loh orang yang kayak Master-Zen wannabe yang menutup diri dari nikmat. Alih-alih manfaaatin rejeki, kerjanya doa mulu. Aneh? Di beberapa sisi, ya. Di sisi lain, ngga juga. Buat masa depan di medan lain tho?

Interesting...
Saya kenal orang yang seperti itu soalnya. Walau mungkin tidak sampai begitu parah tapi setidaknya dia hampir mengorbankan kehidupan duniawinya sama sekali.
Begitu ditanya alasannya jawabannya menurut saya cenderung gloomy itu tadi biggrin.gif
Walau mungkin yeah ada masuk akalnya juga. Dan baginya mungkin pandangan hidup seperti itu adalah yang baik baginya. Relativitas yang membingungkan, pandangan hidup orang kan beda-beda. Ada yang seekstrim itu mungkin itu yang pas bagi dia kenapa kita sampai repot-repot maksain dia berubah kalo dia aja ga mau berubah. Eh, lho kok jadi gini?

Ditunggu lanjutannya..
Black King Bar     - (Go to Fast Reply)
Menurut gw sih, yang merupakan seorang gamer, hidup merupakan layaknya sebuah permainan dan kita sedang memainkannya.

Ada misi-misi yang harus diselesaikan. Ada menang dan kalah. Ada 'side quest' yang bisa dijalankan atau tidak. Ada 'bonus item' (baca: rejeki nomplok). Ada level-level rahaisa yang bisa kita dapatkan kalau melakukan hal tertentu. Ada 'continue', untuk kita agar tidak mengulangi kesalahan yang kita perbuat. Ada juga 'game over' saat di mana kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi atau mati.

Sayangnya, gak ada walkthrough yang bisa membantu kita menyelesaikan game kehidupan dengan tingkat penyelesaian 100%... tongue.gif
MoPo25     - (Go to Fast Reply)
QUOTE (Black King Bar @ May 22, 2009 01:27 am)

QUOTE
Sayangnya, gak ada walkthrough yang bisa membantu kita menyelesaikan game kehidupan dengan tingkat penyelesaian 100%... tongue.gif


I seconded this.

After all, kehidupan ini tergantung bagaimana dirimu menjalaninya. Jika kamu terus enjoy hidup ini maka hidup ini akan terasa senang dan happy-happy aja. Hidup dan masa depan, itu semua tergantung dari dirimu, bagaimana caramu untuk menikmatinya.
Anyway sorry, I suck at Indonesia sleep.gif
TheBlacklist     - (Go to Fast Reply)
QUOTE
After all, kehidupan ini tergantung bagaimana dirimu menjalaninya. Jika kamu terus enjoy hidup ini maka hidup ini akan terasa senang dan happy-happy aja. Hidup dan masa depan, itu semua tergantung dari dirimu, bagaimana caramu untuk menikmatinya.
Anyway sorry, I suck at Indonesia sleep.gif


hah? suck at Indonesia? mksud.a ap? pandangan hidup? ada banyak macam macam pandangan hidup... tergantung orang itu memandang dunia ini seperti apa...
misalnya aj gw... gw itu orang nya g bisa apa apa selain nyusahin ortu n' orang orang terdekat... nah... dari situ wa berpikir mungkin g ya ak ini bisa berguna buat dunia ini... cuz di pikiran udah ada kata" sperti yg tadi... gw pun berpikir "kalo aja gw bisa berbuat banyak di dunia ini maka banyak orang di dunia ini yg bahagia karena gw" hmph... tapi kayaknya mustahil... kmungkinan.a juga 1% klo di itung itung dari umur skng...

nah... itu juga salah satu pandangan hidup seseorang... dia (aku) rela berkorban demi orang terdekatnya asalkan seseorang itu bisa senang... karena di pikirannya seseorang itu pasti punya potensi hidup dan masa depan yg lebih cerah... walaupun harus mempertaruhkan nyawa... tetep aja... asalkan bisa membuat seseorang itu bahagia... dia pun ikut bahagia...

hmm... kyk.a kbanyakan ceritanya ya? hahaha...
Shujinkou     - (Go to Fast Reply)
QUOTE (TheBlacklist @ May 24, 2009 01:01 am)

hah? suck at Indonesia?

Mungkin maksudnya dalam berbahasa Indonesia wink.gif
TheBlacklist     - (Go to Fast Reply)
QUOTE
Mungkin maksudnya dalam berbahasa Indonesia


kmungkinan.a itu banyak... suck at indonesia... bisa berarti terhisap ke indonesia... bisa juga terjerumus di indo...

HUAAAAAAAAAAAAAAAA @_@ blink.gif blink.gif blink.gif
MoPo25     - (Go to Fast Reply)
Umm...sori..jika kata2 saya bikin bingung
anyway never mind my words XP
TheBlacklist     - (Go to Fast Reply)
ahahha... gpp kok
[B]aka     - (Go to Fast Reply)
Pangdangan hidup ya,,,
Gw punya beberapa,,
Tapi yang keinget cuma satu tongue.gif

Gw mandang idup itu sbg tiket ke surga, jadi idup dan mati kita harus punya arti yang baik smile.gif
LeoAndrosMessi     - (Go to Fast Reply)
Banyak orang bilang "Gw berani matiii demi elu !!!"

tapi.. orang yg lebih hebat adalah orang yg berani hidup sampai mati yg menjemput dia.. bukan dia yg menjemput kematian..

percaya ato ga.. hidup itu jauh lebih susah loh daripada mati..

soo... mulai sekarang jangan pake kata kata berani mati itu sembarangan.. hehehe
Espada     - (Go to Fast Reply)
Hidup itu hidup...

mati itu mati....

Jika kita hidup, maka kita pasti mati suatu saat nanti.
begitu juga jika kita mati, maka kita pasti akan hidup suatu saat nanti
Lemon S. Sile     - (Go to Fast Reply)
@Andros:
Setuju gue, ndros...
Lama-lama kita bikin topik saja lah, atau ganti topik ini jadi, Pandangan kalian mengenai kematian entah kenapa gue jadi keluar hasrat pengen ngebantai orang

Face it!
Hidup dan kematian itu berbeda! keduanya memang beriringan tetapi berbeda! Hidup memang adalah hidup, mati memang adalah mati. Tetapi bukan juga hidup adalah mati, hidup bukan berarti mati juga. Justru lebih ke arah hidup adalah bagian dari mati atau mati adalah bagian dari hidup. Mana yang lebih enak menurut kalian?

Berbeda dengan hidup pasti mati. Jikan hidup pasti mati maka apa artinya hidup? Apa jadinya kalau kita lihat hidup adalah bagian dari mati? Ada yang pernah memikirkan?

@[B]aka:
..and what concept of heaven do you believe in?
Gak, gue gak bermaksud menyinggung SARA. Tapi menurut gue sendiri, kalau gue berpandangan hidup seperti itu gue akan cenderung kebingungan. Karena gue gak mengerti konsep surga itu apa dan bagaimana? Konsep surga itu apakah sebuah konspe yang duniawi? materialistis? atau konsep yang lebih tinggi?
Gue percaya surga sebagai sebuah konsep yang tinggi, yang gakbisa gue pahami. Maka dari itu gue berusaha rasional aja, gue terima keterbatasan gue dan gue gak menjadikan surga sebagai pandangan hidup gue. Gue gak bilang gue ga percaya surga, gue cuma bilang bahwa konsep surga itu terlalu absurd, dan itu bukan berarti gue menganggap surga itu tidak ada. Sama halnya kalau gue menganggap ilmu ekonomi itu sulit, tapi ilmu itu tetap ada.

Duh, maaf kalau merasa terbantai tired.gif'
tiba-tiba aja rasanya panas, lagi latah sih oTL
Espada     - (Go to Fast Reply)
Yang saya masih bingung itu tujuan kita hidup itu biggrin.gif

Kalau kita hidup berbuat jahat terus masuk neraka..
gitu kan pikiran semua orang???

Nah pas dineraka kita disiksa...
memang jika kita disiksa seperti itu kita mati???

kalau pun mati da reinkarnasi kan ingatan kita hilang. Jadi apa untungnya berbuat baik & buruk?
good-shinigami     - (Go to Fast Reply)
hiduuuuuup itu !!!!!
harus dijalani dengan sebaik2nya

seburuk2nya hidup tetap harus dijalani...jangan putus asa

XD banyak kemungkinan di hidup ini tongue.gif

@>--

hiduuuuuup ini indah...jadi jalaninya sampe akhirnya kita sudah tidak hidup lagi

jadi...........

happy.gif happy.gif jalani hidup ini dengan hal yang positif
dan

cry.gif cry.gif cry.gif jangan sampai kita menyesal
Lemon S. Sile     - (Go to Fast Reply)
@Espa:
Kalau hidup itu dipandang hanya untuk aferlife saja ya pasti kepikiran begitu. Coba bayangkan kalau kita tidak memercayai afterlife.
Apakah hidup menjadi tidak punya tujuan? Menurut saya sih hidup akan tetap punya tujuan meski tanpa memercayai afterlife. Konsep ada/tidak adanya afterlife, ketika kita pervya tidak ada afterlife kita berpikir hidup tidak ada tujuan karena kita sudah mematri dalam pikiran kita bahwa ada kemungkinan bagi afterlife untuk ada.
Kalau seumur hidup kita tidak pernah mematri anggapan itu tujuan hidup ya akan lebih duniawi bukan? Misalnya saya hidup untuk menjadi orang kaya, untuk menguasai dunia, atau apa lah.
Lagipula kenapa juga harus kita sebut afterlife? Apakah karena ada batasan kematian itu?
Bagaimana kalau ada anggapan bahwa kematian adalah bagian dari kehidupan. Seharusnya konsep afterlife sebagai kehidupan setelah kematian tidak ada. Karena kematian adalah bagian dari kehidupan, bukan pemutus kehidupan dan pemula kehidupan baru. Kehidupan hanya ada satu dan ada satu momen di mana kematian itu menjadi semacam tahap ganti kulit untuk ke kehidupan ddengan wujud yang lain.
Espada     - (Go to Fast Reply)
Momen macam afterlife ada kok O_O

yang saya masih bingung itu kan kita dituntut berbuat baik..
nah kalaupun kita berbuat baik masih ada saja orang yg iri dengan kita.
Jadi apa untungnya berbuat baik? toh juga nanti dibenci seperti berbuat jahat

Juga mengenai surga & neraka
ada yg pernah nerobos hidup-hidup nggak?
good-shinigami     - (Go to Fast Reply)
hidup ini pertama kita kan ga punya tujuan... dry.gif
berangsur-angsur menjalani berbagai macam masalah baru timbul tujuan hidup...
entah itu balas dendam,meraih cita2 itu ada proses... dry.gif

jadi tujuan hidup itu sebenernya macam-macam...
tapi tujuan hidup yang sebenernya sih menurut aku ya untuk berbuat baik sepanjang hidup biggrin.gif
shinjistandz     - (Go to Fast Reply)
QUOTE
"Tuhan tidak sedang bermain dadu"
Kutipan Albert Einstein.

Hm.. gimana ya, pandangan hidup.! Sebelumnya setelah kematian teman baik dan terdekatku beberapa waktu lalu, mau gimana lagi dimasa depan. Soalnya kita berdua dulu ingin selalu bersama dari kecil sampai dewasa pun ingin selalu bersama. Aku pikir aku entah masa depan dan sekarang pasca kematian temanku itu, buat apa lagi ya nanti kehidupan aku? Soalnya aku gak tau lagi mengingat dia adalah sumber kucuran hati aku, aku selalu curhat tentang segelanya kepada dia, tapi setelah dia meninggal? aku berlari ingin mengucurkan hati ini kemana ? well mungkin banyak teman, tapi dia beda dia satu2nya yang mengerti aku. hahaha oke lah sepintas curhatan hatiku.




Mungkin kita berpikir kenapa kita ini dihidupkan dan dimatikan, apa tujuan hidup ini ? kita berpikiran seperti membuat kita strez...--"

well itulah hidup, didalamnya rasa senang, sedih, suka, duka, gembira dll bercampur. terlepas dari itu hidup mati itu merupakan takdir yang harus dijalani entah mau digunakan sebaik mungkin atau sebejat apa kita hidup menjadi manusia.

tidak dipungkiri bahwa kita lupa terhadap yang menciptakan kita. well ini bagi aku sendiri, aku sudah merasa jauh dari tuhan dan itulah yang membuat kehampaan dan kegelisahan didalam hidupku.

well aku juga sedang ingin mempelajari hidup ini. Mengamati kegiatan orang-orang setiap harinya, tidak dipungkiri zaman sekarang manipulasi disini, pemerkosaan moral dmana-mana, ribut soal harga diri, perminan kuasa....


ok dari dulu aku punya keinginan membahagian keluarga, terutama orang tua dan adeku serta ingin membantu dan membalas budi orang-orang yang telah berbuat baik kepadaku dan mepercayaiku.


ingat di kung fu panda. Yesterday is history, tomorrow is mystery, today is a gift. That is why it is called the present <<< bener gak qute kalimatnya gini ???

haduh ngawur kemana2 ini...-________-
Lemon S. Sile     - (Go to Fast Reply)
@Espa:
Ada jaminan kalau itu benar ada po?

Saya enggak mengatakan surga dan neraka itu gak ada. Saya cuma bilang konsep afterlife, yang notabene diartikan dengan hidup setelah kematian, itu bisa dinihilkan kalau konsep terhadapa kematian kita ubah. Saya sebut sebelumnya, kebanyakan di sini melihat atau memandang kematian sebagai tujuan akhir dari kehidupan, kehidupan pasti diakhiri dengan kematian. Makanya ada konsep afterlife, yang berarti kehidupan setelah kematian, tapi kalau kematian dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang di berarti kita tidak memandang kematian sebagai tujuan dari kehidupan atau akhir dari kehidupan maka afterlife seharusnya tidak ada kan? Bagaimana bisa ada setelah kalau yang sedang berjalan saja belum berakhri. Cuma logika sederhana *halah*

Meski saya sempat memandang kalau hidup akan jaauuuhhhh lebih baik tanpa adanya surga dan neraka. Tujuan hidup ya hanya untuk sesuatu yang duniawi. Apa yang ada di dunia ini antara apa yang bisa kita lihat dan tidak bisa kita lihat. Materialis atau tidak. Semuanya ada di dunia, surga dan neraka itu urusan lain, tidak usah terlalu dipusingkan. biggrin.gif

@shinji:
Curhat colongan? wink.gif) *ditabok*

Sebenarnya tidak usah dibawa stres juga sih. Tujuan hidup itu kan perkara apa yang ingin kita capai dalam hidup. Sederhanakan saja, tujuan hidupmu jadi penulis? Ya, mulailah menulis. Simpel toh? biggrin.gif
shinjistandz     - (Go to Fast Reply)
waktu itu awal2nya sih strez kehilangan teman dekat, tapi ya waktu telah memakannya, ya mau gimana lagi itu takdir ? aku hanya atom-atom kecil bahkan lebih kecil lagi di dunia ini, alam semesta.

Wew tujuan hidupku tidak mau jadi penulis loh ? hanya pengen jadi orang sukses bahagian orang tua, punya istri cantik, baik, pintar dll. punya anak 2 :kocak: wowkowkwokwokw...
Espada     - (Go to Fast Reply)
QUOTE
Semuanya ada di dunia, surga dan neraka itu urusan lain, tidak usah terlalu dipusingkan.


Yups....

Nah jadi tujuan manusia itu hidup apa? Untuk apa kita diciptakan kalau nanti kita akan mati? Apakah kita ini sekedar bahan percobaan saja?
Lemon S. Sile     - (Go to Fast Reply)
@shinji:
Jadi kamu memandang dirimu sebagai atom kecil di dunia? Atom kecil yang bergerak sesuai kaidah-kaidah dalam hukum alam. Bisa jadi tidak memiliki kehendak sendiri. Cmiiw
Ini pandangan saya kalau saya memandang diri saya sebagai atom kecil. Sekarang ini kebetulan pandangan hidup saya tidak begitu.

Soal penulis itu hanya contoh lho.. biggrin.gif
Ya, kalau kamu ingin jadi orang sukses berarti yang harus dilakukan adalah bekerja agar sukses kan? biggrin.gif
bukannya malah posting di forum ga guna begini *digebukin*

@Espa:
coba cari pandangan yang lebih duniawi. Misal, "saya adalah seorang manusia yang memandang dunia secara luas, dunia ini indah, dan saya ingin membuatnya lebih indah." or such..

FYI saya masih memandang urusan kehidupan itu perkara konkrit dan abstrak. Konsep surga dan neraka tidak masuk dalam urusan kehidupan buat saya. Perkara konkrit adalah sesuatu yang duniawi dan abstrak adalah yg lebih dalam dan (biasanya) spiritual.
shinjistandz     - (Go to Fast Reply)
QUOTE
Tuhan tidak sedang bermain dadu
biggrin.gif

Tuhan tidak bermain-main atau bereksperimen dengan ciptaan-Nya. Jika Tuhan sudah mengetahui segala yang akan terjadi, karena sifat ke-Maha Tahu-annya, apa tujuan Ia mencobai manusia? Bukankah Ia sudah tahu hasilnya sejak semula? Tuhan tidaklah seperti ilmuwan yang sedang melakukan eksperimen.
Lemon S. Sile     - (Go to Fast Reply)
Kalau begitu Tuhan tidak Maha Tahu ya?
Jangan OOT jadi ngomongin Si Mbah di sini deh :kocak:

Saya gubrisnya soal pandangan hidupmu yang memandang dirimu sebagai sebuah ato di alam yang luas, cmiiw. Menurut saya pandangan itu, menempatkan diri sebagai atom, berarti kita layaknya atom hanya merupakan bagian terkecil dari sebuah sistem yang jauh lebih besar. Juga karena kita adalah atom yang hanya satuan terkecil ketika beridir sendiri kita bukanlah sistem. Think about it, atom berkumpul membentuk rangkaian hingga akhirnya membentuk sebuah benda kan? Bukan sekeping atom menjadi sebuah benda. Itu lho..saya ga terlalu menyinggung soal kepasrahannya.
Meski kalau mau ditilik lagi atom itu sendiri...ah begitulah tongue.gif
shinjistandz     - (Go to Fast Reply)
Gini aku hanya menganggap ukuran bukan bersifat seperti atom. Coba bayangin deh kita tinggal dibumi, entah disana dari bermiliyaran galaksi ini masih ada sekelompok masyarakat manusia juga yang berkembang diluar sana. IMO loh. biggrin.gif, .

Ada lagi aku masih heran pada kebanyakan orang. Kita ini beribadah buat siapa? surga apa tuhan? jelas masih banyak diantara mereka ibadah ingin masuk surga.

oke kembali deh, bener aku ingin sukses dan aku ingin berhasil tapi entah kenapa selalu ada sandungan dalam mewujudkan hal ini terutama, yaitu MALAS. niat dan tekad sudah besar, tapi untuk melakukan perubahan dalam hidup, memang susah. Makanya aku sekarang ingin memerangi rasa malasku ini tapi susah.

ok lah aku pegang prinsip kata bijak ini manusia yang berhasil adalah yang berguna bagi manusia dan makhluk lainnya .

NB:Jangan dimarahin ya, celotehan anak kelas 3 smp ini.
Rasputin     - (Go to Fast Reply)
gak mau nyambungin kalian lah, entar di-kill kalo salah omong, haha *dilempar*

tapi bagi saya hidup itu sebuah misteri, hidup itu abstrak
kalo secara umum hidup itu mungkin bisa diartikan sebagai bangun setiap pagi, bernapas, dan melakukan kegiatan lainnya. Ada juga yang beranggapan hidup adalah hal lain, hidup itu beda-beda sih, tergantung gimana kta jalani dan menggunakannya

tapi bagi saya, hidup adalah "pandangan hidup" saya sendiri. Jadi saya hidup untuk hidup. Well, terkesan lebay seperti karakter di komik2 pria memang, tapi bagi saya untuk terus hidup itu susah
bukan cuma masalah biologis saja, tapi hal-hal lain, emosi, pikiran, kebutuhan, cita-cita dan hal2 abstrak lainnya.
Hidup itu seperti hutan, isi hidup itu pohon-pohonnya. Kalo udah gak ada pohonnya, namanya bukan hutan lagi
Lemon S. Sile     - (Go to Fast Reply)
@shinji:
Siapa yang maraaaahhhh??? :kocak:

Ya, saya juga ga bilang ga setuju sama pandangan metafor atom itu kok. Saya malh ngasih pengembangan versi saya kan? Coba dipahami lagi deh maksud saya.
Mirip kok.

hus! dibilang gak usah bawa-bawa Si Mbah itu di sini. Buat trit baru gih kalau mau. laugh.gif

Malas itu ya halangan dong. Halangan mesti dilewati kan?


@Raspu:
interesting kok..
hidup untuk hidup. gimana kalau cogito, ergo sum. itu mah beda lagi ya?
Espada     - (Go to Fast Reply)
Hingga hari ini juga masih belum ada pandangan yang jelas mengenai itu...

"tuhan maha tahu..."
yap seperti itu yang diajarkan pada kita. Tapi kita harus mencoba mencari jawaban sendiri. Dari mana asal kata dan jawaban itu. Apakah kitanya yang maha tau hingga menyebut kata itu?

Lalu mengenai setan & sebagainya...suatu ajaran disebut terlarang dan setan...Mengapa? apa karena ajaran tersebut lebih sedikit penganutnya?
tahu darimana setan?
juhardi     - (Go to Fast Reply)
bagiku hidup tuh cuma sesuatu yg akan habis jika waktunya sudah berakhir, jadi aku sebagai salah satu manusia hanya ingin menemukan suatu kebenaran tentang hidup, seperti bagaimana caranya untuk memperlambat atau bahkan menghapus sesuatu yg akan berakhir tersebut.

dan 1 lagi saya adalah seorang yg mempunyai fantasi yg tinggi jadi sesuatu itu bukan hanya ada di kamu, tapi disekeliling kita.
Lake_Filter     - (Go to Fast Reply)
Bagi gw hidup itu adalah suatu kesempatan... Dengan batasan umur yang kita punya, seberapa banyak yang bisa kita berikan untuk berapa banyak orang dan apa saja manfaat yang mereka dapat... Dengan memberikan segala apa yang kita punya, tidak ada lagi milik kita yang tersisa... Namun tanpa disadari sebenarnya kita telah memiliki segala-galanya...

Tapi mungkin ada juga orang yang sebaliknya, dengan batasan umur ingin merampas segala-galanya... Mereka itulah orang-orang yang gw kasihani... Hidup memiliki segalanya tetapi tidak punya apa-apa...
exarl     - (Go to Fast Reply)
buat saya, hidup adalah sebuah bidang untuk mewujudkan mimpi atau hal-hal abstrak disaat kita masih menjadi fetus di rahim ibu saya.... walaupun saya sendiri ga yakin waktu masih orok bisa bermimpi, tapi bukankah garis hidup kita telah di gariskan..? walau tidak tahu seperti apa... jadi realisasikanlah mimpi atau hal-hal abtrak itu...
kireihoshi asaku     - (Go to Fast Reply)
aku memandang hidup ini adalah suatu 'penugasan sementara' dimana kita 'menjaring' jiwa sebanyak2nya untuk Tuhan. setelah kita diberhentikan tugas, akan banyak jiwa yang terselamatkan (segi religius)

aku memandang hidup ini sebagai sebuah pertarungan tiada akhir. bukan takaran keberhasilan dalam hidup ini, tapi sebanyak apa pelajaran yang kita dapat di hidup ini (versi manusiawi)

aku memandang hidup ini sebagai sebuah sihir yang membuat kita terasa hidup. dalam hidup, ada waktu yang terus berjalan dan di dalam waktu itu ada keajaiban seperti lahir, bernafas, berbicara, dll (versi manusiawi 2)

kesimpulan : aku memandang hidup ini sebagai suatu pertempuran tak berakhir.
Fast Reply:

 Enable Smilies |  Enable Signature
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.
Invision Power Board © 2001-2013 Invision Power Services, Inc.