Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Presiden Minta Sempurnakan UN
Black-Z     - (Go to Fast Reply)
Kompas, 8 Januari 2010

Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk tetap melaksanakan ujain nasional pada tahun 2010 ini. Namu, Presiden minta agar penyelenggaraan UN diperbaiki dan disempurnakan serta di tingkatkan kualitasnya.

Sosialisasi yang efektif juga diharapkan Presiden Yudhoyono benar benar dilakukan. Tujuannya, agar seluruh guru, siswa, dan penyelenggara pendidikkan mengetahui dan mengetahui dan memiliki pemahaman yang sama mengenai UN, semua pihak harus tahu standar kelulusan, sistem penilaian, dan pelaksana UN.

Keinginan Presiden Yudhoyono itu disampaikan Menterei Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, dalam keterangan pers, sesuai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, kompleks Istana, Jakarta, Kamis (7/1). Rapat terbatas dihadiri Wakil Presiden Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, dan sejumlah menteri terkait. Saat memberikan pengantar di awal rapat, Presiden Yudhoyono mengatakan UN bukan satu-satunya alat ukur yang bisa ditentukan atau dipilih untuk menentukan kelulusan, tetapi bisa dengan cara memadukan aspek-aspek lainnya.

Oleh karena itu, Presiden Yudhoyono mempertimbangkan dua opsi sebelum memutuskan menetapkan UN kembali, yaitu melaksanakan UN dengan memberlakukan ujian ulangan sebagai opsi pertama, dan opsi kedua, kembali ke model lama, yaitu evaluasi belajar tahap akhir nasional (Ebtanas) yang diperbarui.

"Dari berbagai pandangan pertimbangan, yang perlu kami sampaikan bahwa UN itu adalah bagian dari sistem evaluasi, Sistem evaluasi itu adalah bagian dari proses belajar mengajar. Oleh karena itu, kalo diistilahkan UN itu sebagai 'pohon'-nya, maka sistem proses belajar mengajar itu sebagai 'hutan'-nya. Jangan sampai gara-gara kita memperdepbatkan urusan pohon tadi, hutannya menjadi tidak terawat," papar Nuh.

Nuh mengutarakan, tujuan dari ujian nasional ini adalah memadukan antara untuk menentukan kelulusan siwa sertapeta atau data kualitas pendidikan. "Jadi, selain menentukan kelulusan siwa, UN juga bisa dipakai sebagai peta sehingga kalau nanti ada sekolah-sekolah tertentu yang kondisinya tidak bagus, maka kita bisa melakukan intervensi untuk meningkatkan kualitas di sekolah itu," ujar Nuh.

Paling Tepat

Menurut Nuh, untuk saat ini dengan berbagai pertimbangan, UN inilah yang dipilih karena metodenya dinilai paling tepat. Tentu ada plus dan minusnya. "Akan tetapi, nilai positifnya jauh lebih banyaj dibandingkan dengan negatifnya," ujar Nuh.

Nuh mengatakan, salah satu bentuk penyempurnaan dari pelaksanaan UN tahun 2010 adalah adanya ujian utama, ada ujian susulan bagi yang tidak bisa ujian karena sakit atau berhalangan, serta adanya ujian ulang. "Dengan adanya ketiga ujian, ini Insya Allah, pemerintah sudah mengakomodasikan apa yang menjadi perhatian masyarakat selama ini," kata Nuh.

Menurut Nuh, pelaksanaan UN untuk SMP/SMA/SMK sederajat akan dimajukan 1 bulan. UN akan dimulai pada pertengahan Maret. Tujuannya, agar siswa yang tidak lulus pada mata pelajaran tertentu bisa mengikuti ujian ulang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, siswa memiliki cukup waktu untuk ikut seleski masuk perguruan tinggi yang diminatinya.

"Apabila masih gagal dalam UN ulang, maka siswa bisa menempuh ujian paket c untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi," ujar Nuh.

UN bukan satu-satunya

Tentang ukuran penilaian kelulusan. Untuk menentukan kelulusan ditentuka empat syarat yang harus dipenuhi secara keseluruhan. Pertama, menyelesaikan seluruh program pendidikan di sekolah. Kedua, persyaratan akhlak, budi perketi, dan tata krama. "Kalau ada anak nakal yang di luar batas kewajaran, meskipun UN lulus, akan tetapi berperilaku seperti itu maka ia tetap tidak lulus," tuturnya.

Yang ketiga, lulus mata pelajaran yang di ujikan sekolah. "Keempat, lulus UN. Mesikupun UN-nya dapat nilai 10, tetapi akhlaknya tidak benar, ya, tidak lulus. Kalaupaun UN-nya lulus, tetapi ujian sekolahnya tidak lulus, ya, tidak lulus. Jadi keempat-empatnya harus dipenuhi," ungkap Nuh.

Kebut persiapan

Sejumlah kepala sekolah yang dihubungi pada Kamis mengatakan, UN yang secara mendadak dipercepat waktunya memaksa guru dan siswa bekerja keras menyelesaikan materi pelajaran semester genap ini. Pihak sekolahpun menyusun ulang program pembelajaran untuk siswa serta memberikan pelajaran tambahan.

"Langkah ini kami lakukakan demi kebaikan siswa," kata Cucu Saputra, Kepala Sekolah SMAN 4 Bandung.

Namun Suherman, Kepala Sekolah SMAN 66 Jakarta, mengatakan materi pelajaran siswa kelas XII terpaksa harus selesai akhri Februari karena UN dipercepat. "Kami terpaksa memberikan pelajaran tambahan," ujar Maman.

Elin Driana, Koordinator Education Forum, mengatakan, UN semestinya untuk pemetaan kualitas pendidikan. Sekolah yang mutunya rendah harus segera dibantu oleh pemerintah.

Garis Besar

QUOTE

  • Syarat Kelulusan

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menyesuaikan kriteria sebagai berikut:
1. Menyelesaikan semua program pembelajaran.
2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk semua mata pelajaran kewarnegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.
3. Lulus ujian sekolaj/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4. Lulus ujian nasional.


  • Kelulusan Ujian Nasional

Peserta UN dinyatakan lulu jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:
1. Memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk semua mata pelajaran yang di ujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya.
2. Khusus untuk SMK, nilau ujian praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.



-------------------------------------------------------------------

Ada pendapat mungkin ?
AP[e]     - (Go to Fast Reply)
Wah rata-rata minimal kelulusannya jadi tinggi ohmy.gif 5.5 itu lumayan sih meskipun gw dua kali UAN nilai rata-ratanya jauh di atas itu.

Ujian praktek buat SMK 7 ohmy.gif

Wah, wah. Standar tahun ini lumayan juga ya. Asalkan aplikasinya bener-bener ketat dan disiplin, berarti lulusan tahun ini emang beneran bagus biggrin.gif Yang nggak bagus, gak mungkin lulus tahun ini... dan gak mungkin lulus juga sampe kapan pun karena tahun berikutnya standarnya pasti naik lagi.

Tapi, memang itu gunanya UAN kan biggrin.gif
Rasputin     - (Go to Fast Reply)
Weid Up

Kalo misalnya yang laen lulus, UASnya ga lulus dengan nilai mepet, Lulus gak?

Soalnya ini mah keputusan malah makin nambah beban lagi. 1 ga lulus apa langsung ga lulus?

Dulu 1 aja repot, lha, ini empat e ? sad.gif

(Agak keberatan dengan kelakuan dan tata krama)
Black-Z     - (Go to Fast Reply)
@Rasputin

wah kalo misalnya situ baek sama guru" gk bandel, kayaknya sih bisa lulus dengan cara di bulatkan ^^ [tergantung gurunya baik apa galak hehehe *Tendang]

tapi setidaknya hal hal yang baru tersebut kayaknya masih lebih baik, tuh adek kelas gw, ampe update status di FB hahaha :p
Adriano Minami     - (Go to Fast Reply)
Sistem Ebtanas itu kayak gimana ya? Saya lupa, ada yang bisa kasih pencerahan?

@Rasputin :

Bukannya memang pada hakikatnya harusnya keempat itu ya penentunya? Cuma karena kita selama ini pusingnya ke UN aja jadinya cuma kesannya itu.

Kalau kata guru saya, sebenarnya keempatnya porsinya seimbang. Hanya saja karena ketiga syarat lainnya ditentukan sekolahnya jadi andaikata ada yang tidak luluspun bisa diurus sekolah. Tapi kalau UN kan perkaranya pemerintah jadinya gak bisa.
AP[e]     - (Go to Fast Reply)
Sistem Ebtanas, setau gw gak ada bedanya sama sekarang. Komposisi penilaiannya ya empat itu, tapi yang jadi standarisasi nasional, untuk SD ada lima pelajaran sementara SMP dan SMA 6 pelajaran, cmiiw.

Ujian sekolahnya setahun tiga kali, nggak dua kali kek sekarang. Berarti kalo ujian tengahnya dihitung juga, setahun ada 6 kali ujian.

Angkatan yang sekarang kuliah tahun kedua keknya generasi paling terakhir yang sempet ngerasain Ebtanas deh, walaupun cuman Ebtanas SD. Soalnya, tahun 2002, kurikulumnya udah masuk yang sistem UAN.
Infinite Inficio     - (Go to Fast Reply)
QUOTE ("APe")
Asalkan aplikasinya bener-bener ketat dan disiplin


Masalahnya, apakah aplikasinya benar-benar ketat dan disiplin? biggrin.gif *lirik mantan teman-teman SMA yang nilainya mayoritas sembilan koma gara-gara dapat bocoran jawaban*

@ Rasputin: Selama ini memang itu, kok, syaratnya, cuma yaa... karena sekolah memiliki kepentingan juga dengan kelulusan murid yang poin-poin selain UN (yang ditanggung negara) bisa diatur lah sama pihak sekolah agar muridnya lulus. Kecuali muridnya membangkang keterlaluan, pasti faktor-faktor selain UN ini kena manipulasi kalau murid itu belum memenuhi standar.

lalu...

QUOTE
Elin Driana, Koordinator Education Forum, mengatakan, UN semestinya untuk pemetaan kualitas pendidikan. Sekolah yang mutunya rendah harus segera dibantu oleh pemerintah.


Saya lebih setuju dengan ini. Kayaknya saya sudah ngelantur soal ini di topik sebelah; pokoknya ya nggak bisa dipakai sebagai pemeta kualitas pendidikan di Indonesia sekaligus standar kelulusan, nggak bakal bisa diandalin hasilnya *sekali lagi, lirik jejeran sembilan koma-sembilan koma dari UN tahun lalu*
Fast Reply:

 Enable Smilies |  Enable Signature
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.
Invision Power Board © 2001-2013 Invision Power Services, Inc.