Hukuman Bagi Download Bajakan Resmi Diberlakukan

Setelah hampir setahun berlalu sejak diajukannya Rancangan Undang-undang (RUU) yang menghukum pengunduh bajakan, akhirnya hukuman ini diberlakukan juga. Siapa pun yang mengunduh segala barang yang memiliki hak cipta secara ilegal di internet, akan dikenakan denda sebesar 2 juta Yen (sekitar 230 juta Rupiah).

Hukuman yang jauh lebih berat bisa dijatuhkan bagi yang ketahuan mengunggah (upload) secara ilegal: bisa dijatuhi hukuman penjara maksimal selama 10 tahun dan denda 10 juta yen (sekitar Rp1,2 miliar).

Apa artinya bagi penikmat manga?

Manga yang beredar di internet (baca online atau download scanlation) bisa jadi sangat berkurang. Kasus ditutupnya OneManga atau MangaStream bisa jadi terulang kembali. Hukuman yang jauh lebih berat atas pelaku upload bisa membuat para pengunggah manga enggan mengunggah lagi karena hukuman yang besar.

Terlepas dari masalah manga, undang-undang ini diberlakukan karena dorongan yang keras dari industri musik. Orang-orang Jepang, seperti halnya di Amerika Serikat dan Indonesia, merupakan pengunduh (downloader) musik ilegal yang sangat besar. Menurut sumber berita BBC, sebuah studi pada tahun 2010 menunjukkan bahwa pengguna internet di Jepang mengunduh 4,36 miliar musik dan video secara ilegal. Sementara yang dibeli scara sah cuma sebanyak 440 juta.

Bila berkaca pada Indonesia, industri musik di sini berupaya untuk meredam kerugian pembajakan serupa dengan membuka cabang YouTube di Indonesia. Jepang belum tampak melakukan upaya ini. ”Revisi atas aturan ini akan mengurangi berkembangnya kegiatan pelanggaran hak cipta di Internet,” kata Ketua Asosiasi Industri Rekaman Jepang sekaligus Kepala Eksekutif Korporat Sony Music Entertainment, Naoki Kitagawa, awal tahun ini.

.

Sumber: BBC | VivaNews